Kepala Kampung Pertanyakan Proyek Jembatan Belum Kelar

 

TABALAR – Proyek jembatan yang menghubungkan RT 01 dan RT 02 Kampung Tabalar Muara Kecamatan Tabalar, hingga kini belum rampung. Akibat belum selesainya pekerjaan jembatan tersebut, masyarakat terpaksa harus menggunakan jembatan alternatif yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Kepala Kampung Tabalar Muara, Jalaluddin menyampaikan, proyek jembatan tersebut seharusnya dapat selesai tahun ini, karena bukan merupakan proyek multiyears.

"Pengerjaannya kalau kita lihat sudah 90 persen, hanya tinggal pengecoran permukaannya saja lagi, tapi kenapa sampai tidak diselesaikan itu kita tidak tahu. Infonya karena adanya defisit anggaran," ungkapnya saat dihubungi beraunews.com, Selasa (13/12/2016).

Terkait anggaran yang digunakan untuk membangun jembatan tersebut, menurutnya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat. Hingga kini, pihaknya belum jelas kapan akan dilanjutkan kembali proyek pembangunan jembatan.

"Kalau kapan pastinya kita tidak tahu. Tapi ada informasi bahwa kelanjutannya akan dilakukan pada ABT tahun 2017. Kita khawatir kalau tidak cepat diselesaikan. Sejumlah materialnya takut rusak terkena uap air laut, apalagi Tabalar Muara ini juga dekat laut," ujarnya.

 

Untuk sementara ini dikatakan Jalal, masyarakat RT 01 yang ingin ke RT 02, atau sebaliknya terpaksa harus menggunakan jembatan gantung yang dibangun PNPM sejak 2008. Padahal kata dia, kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan. Bahkan, untuk ukuran kendaraan sepeda motor harus bergantian saat melintas di atas jembatan tersebut.

"Kalau motor harus disampaikan dulu baru bisa lewat lagi. Karena kalau lewat bersamaan takut ambruk ditengah jembatan, lebih bahaya lagi," bebernya.

Dirinya berharap, agar proyek jembatan dapat segera selesai guna kenyamanan masyarakat yang ada dikampungnya.

"Kita harap proyek ini dapat segera diselesaikan. Sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat, Kita khawatir jika terus menggunakan jembatan alternatif terjadi hal yang tidak kita inginkan," harapnya.(Hendra Irawan)