Kontraktor Pembangunan Irigasi Di Segah Didemo Warga

 

SEGAH – Poros Jalan Kampung Harapan Jaya menuju Kampung Gunung Sari di Kecamatan Segah yang tadinya mulus, tiba-tiba berubah menjadi lautan lumpur. Diduga kondisi tersebut diakibatkan oleh aktivitas proyek pembangunan irigasi yang pendanaannya berasal dari APBD Kaltim.

Berdasarkan informasi masyarakat setempat, setidaknya ada tiga titik jalan yang dipenuhi lumpur tanah merah yang disebabkan aktivitas proyek itu. selain mengotori jalan, aktivitas tersebut juga merusak sejumlah permukaan jalan dan mengakibatkan antrian kendaraan panjang yang ingin melintas.

Bahkan diinformasikan, Kamis (8/12/2016) sekitar pukul 12.00 Wita, puluhan warga setempat dan karyawan di perusahaan setempat menggelar aksi protes kepada pihak kontraktor untuk meminta pertanggungjawaban. Aksi itu juga sempat dikawal oleh aparat keamanan setempat, dan aparat pemerintah kampung untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Nor, salah seorang warga yang saat itu mengikuti aksi, saat dikonfirmasi mengatakan, aksi itu dilakukan lantaran masyarakat sudah sangat kesal kepada pihak kontraktor yang cenderung tidak peduli terhadap dampak yang ditimbulkan.

Ia mengatakan, sebenarnya aktivitas pihak kontraktor juga sempat ditegur oleh pihak pemerintah Kampung Harapan Jaya, agar sebelum melakukan kegiatan setidaknya jalanan yang berpotensi berdampak dari proyek tersebut dapat dibuatkan saluran pembuangan di kiri kanan jalan, agar air tidak tertampung di badan jalan. Hanya saja, saran dari pemerintah kampung tersebut tidak digubris.

 

Tidak itu saja, pihak kontraktor juga disampaikannya, melakukan penimbunan proyek tidak menggunakan sirtu, melainkan tanah merah atau tanah lempung. Kondisi ini yang berdampak pada kerusakan permukaan poros jalan karena air lumpur yang tertampung di permukaan jalan.

“Aspal kan kalau ditutupi tanah lumpur jadi sangat licin. Tadi pagi juga sudah ada tiga korban jatuh, anak sekolah, dan juga guru yang mau pergi sekolah jatuh. Akibatnya tidak jadi sekolah. Sekarang saja banyak mobil kesulitan lewat karena jalan rusak oleh lumpur,” ujarnya.

Menurutnya, keluhan terkait aktivitas kontraktor tersebut sudah sejak dua bulan lalu dikeluhkan, namun tak kunjung ditanggapi pihak kontraktor. Akibatnya, pihaknya memilih melakukan aksi protes bersama puluhan masyarakat dengan tujuan mendesak pihak kontraktor atau yang bersangkutan untuk bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

“Sejak mereka kerja, alat berat mulai masuk dampaknya sudah mulai dirasakan, masukan dari pemerintah kampung juga tidak digubris. Makanya hari ini kita lakukan demo untuk protes. Tapi saat kita turun tidak ada satupun pihak dari kontraktor yang datang,” bebernya.

 

Dirinya berharap, agar pihak kontraktor dapat melakukan perbaikan terhadap jalan yang mengalami kerusakan akan dampak dari proyek pembangunan irigasi tersebut.

“Kalau bisa jalanannya dikupas dulu, baru ditimbun pakai tanah sirtu. Yang penting tidak mengganggu masyarakat yang ingin melintas,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya beraunews.com mengkonfirmasi pihak UPTD Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kaltim, belum membuahkan hasil. Pernyataan dari UPTD DPU Kaltim akan dimuat dalam berita selanjutnya.(Hendra Irawan)