Dipastikan Berau Dapat Tambahan Daya Listrik 3 MW

 

TANJUNG REDEB – Guna memenuhi kebutuhan listrik daerah, Pemkab Berau berupaya mengejar berbagai opsi yang ada, salah satunya berupaya meminta bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Upaya tersebut membuahkan hasil, Berau mendapat dukungan melalui jatah bantuan Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS).

Bupati Berau, Muharram yang dikonfirmasi usai presentasi PT Taejin Perkasa salah satu kontraktor pembangkit yang akan mengerjakan proyek PLTS di Berau mengatakan, Berau akan mendapatkan 3 Megawatt (MW).

“Ini ada surat dari Kementerian ESDM yang memberikan jatah kepada kita berupa PLTS 3 megawatt,” ungkapnya, Senin (28/11/2016).

Provinsi Kaltim dan Kaltara sebenarnya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan ini. Namun untuk sementara, menurut Muharram, pemerintah pusat sudah menunjuk Berau untuk proyek tahap awal.

Dari jatah itu, akan diberlakukan harga jual kepada PLN sebesar 16,5 cen dollar per KWH dan wajib dibeli oleh PLN. Namun harga jual oleh PLN kepada masyarakat nanti harus di bawah harga tersebut, dengan kata lain ada subsidi pemerintah.

“Ibaratnya disbusidilah. Jadi PLN wajib beli dengan harga itu, tetapi jualnya di bawah harga itu. Ini bentuk kerjasama mereka dengan PLN untuk pemenuhan listrik di Berau. Sebab, investasi PLTS memang cukup tinggi dari sisi operasional pengadaan pembangkit,” lanjutnya.

BACA JUGA : Yakinkan Investor Bangun PLTS, Pemkab Berau Datangi Kedutaan Korsel

Permasalahnnya saat ini untuk investasi listrik diungkapkan Muharram, memang disebabkan aturan main harga yang ditentukan oleh PLN. Walaupun ada banyak investor yang berminat, namun jika tidak ada kepastian daya yang dihasilkan akan dibeli, maka investor tidak akan berani masuk.

“Beda dengan yang 3 MW ini sudah jelas akan dibeli PLN dengan ketentuan-ketentuan yang disepakati bersama,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau, Mappasikra Mappaseleng menyebutkan, kerjasama ini memberikan peluang bagi Berau untuk memenuhi kebutuhan listrik, terlebih dengan kondisi keterbatasan listrik yang saat ini terjadi di kampung-kampung.

“Ini dulu dikejar, karena terkait SK ESDM yang berikan peluang pada Taejin ini untuk bangun PLTS. Mereka sudah tentukan Kaltim dan ada di kita (Berau-red) kerjasama dengan PLN, dan itu sudah pasti dibeli PLN karena sudah dihitung kebutuhan-kebutuhan disatu daerah,” tutupnya.(M.S. Zuhrie)