Galian C Jadi Momok Bagi Pemerintah Kampung

 

TALISAYAN – Proyek galian C kembali menjadi momok bagi pemerintah kampung yang ada di Kecamatan Talisayan. Bahkan beberapa waktu lalu, menurut penelusuran beraunews.com, ada salah satu kepala kampung yang ada di Talisayan sempat diintimidasi oleh oknum tertentu terkait galian C dikampungnya. Padahal, galian C tersebut dilakukan untuk pembangunan kampung, bahkan material tersebut juga diambil dari dalam kampung tersebut.

Menurut sejumlah sumber, oknum tersebut sepertinya mencari celah untuk mencari kesalahan pemerintah kampung saat melakukan pembangunan menggunakan material galian C. Pasalnya, hampir semua program yang menyangkut galian C di Talisayan tidak memiliki izin. Akibatnya, hal itu menjadi celah bagi oknum untuk memanfaatkan situasi tersebut dalam meraup kepentingan pribadi atau golongan.

Banyaknya kasus tersebut, membuat tidak sedikit kepala kampung yang merasa was-was saat sedang melakukan proyek bermaterial galian C. Bahkan, ada juga kepala kampung yang sudah tidak lagi bersedia melakukan atau mengerjakan proyek bermaterial galian C lantaran takut dimanfaatkan.

Seperti yang dikatakan Kepala Kampung Bumi Jaya, Samijo. Ia mengatakan, meskipun ada instruksi dari kepala daerah untuk melakukan proyek menggunakan galian C dalam pembangunan jalan usaha tani, dirinya tetap akan menolak hal tersebut.

“Meskipun ada instruksi dari Pemkab, tetapi jika galian C itu tetap dipermasalahkan oleh sejumlah oknum, maka kita tidak akan kerjakan selagi belum ada kebijaksanaan dari pihak terkait. Memang untuk galian C tidak ada izin, karena ini kan juga untuk kepentingan pembangunan kampung sendiri. Dan hampir semua kampung juga seperti itu,” ujarnya.

BACA JUGA : Rusianto : Aneh, Izin Sawit dan Semen Cepat Keluar, Izin Galian C Tak Direspon Pemprov

Sementara itu, terkait galian C tersebut, Plt Camat Talisayan, Husdiono juga membenarkan hal tersebut. Bahkan disampaikannya, salah satu kepala kampung lain yang ada di Talisayan juga sempat diperas sebesar Rp25 juta oleh oknum yang memanfaatkan galian C tersebut.

Memang, sebelum melakukan proyek galian C harus membuat izin lebih dulu. Hanya, dalam membuat izin galian C harus dilakukan di Pemprov Kaltim. Nah hal ini menurutnya, cukup menyulitkan pemerintah kampung, apalagi prosesnya yang bisa jadi akan memakan waktu yang tidak sebentar.

“Jadi ini memang seperti simalakama bagi pemerintah kampung. Apalagi pembuatan izin tidak bisa diperantarakan. Berbeda ketika pembuatan izin galian C dilakukan saat masih di kabupaten, mengurusnya tidak memakan waktu lama, ya paling lama mungkin seminggu,” bebernya.

Hanya saja yang disayangkannya, akhir-akhir ini masih ada saja oknum yang masih memanfaatkan hal tersebut. Padahal material galian C dilakukan untuk kepentingan pembangunan kampung, dan kesejahteraan masyarakat yang ada di kampung tersebut.

“Seharusnya ini kan ada kebijaksanaan. Apalagi ini juga dilakukan secara swakelola, dan bukan untuk dijadikan bisnis,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau, kepada seluruh kepala kampung yang ada diwilayahnya, agar dalam melakukan kegiatan proyek apapun hendaknya dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Hal itu demi menjaga hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti beberapa kasus yang menyangkut galian C belakangan ini.

Ia juga menganjurkan, jika ada oknum tertentu yang ingin meminta dana dengan alasan apapun apalagi sampai mengarah ke pemerasan, hendaknya dibuatkan kuitansi atau tanda bukti sehingga hal tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

“Demi menjaga hal yang tidak diinginkan, alangkah baiknya lakukan kegiatan sesuai dengan prosedur saja. Jangan sampai ada lagi kasus-kasus pemanfaatkan proyek galian C,” tandasnya.(Hendra Irawan)