Bupati Ingin Kembangkan Listrik Tenaga Surya

 

MAROKO – Disela-sela konferensi perubahan iklim di Pavilion Prancis, Marrakech, Maroko, Senin (14/11/2016) lalu, Bupati Berau Muharram sempat berbincang dengan pimpinan perusahaan Akuo Energy, Eric Scotto tentang konservasi hutan. Dikatakannya, konservasi harus dilakukan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitar hutan. Tanpa adanya kesejahteraan yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, mustahil perlindungan hutan dapat terjadi.

Penyampaian Muharram tentang peran penting masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam khususnya hutan ini didukung oleh Eric. Ia mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya saat ini, sedang mendukung penyediaan energi baru terbarukan dengan memanfaatkan sinar matahari dan energi terbarukan lainnya. Kini, perusahaan yang berbasis di Prancis ini sedang mengembangkan model penyediaan energi ramah lingkungan bagi masyarakat.

Disamping itu, dirinya juga berharap dukungan dari berbagai pihak, khususnya Pemkab Berau dan Pemerintah Kampung di Berau, agar bersama-sama mengembangkan energi listrik yang bersumber dari sinar matahari.

Menariknya, saat ini Akuo Energy tidak hanya sekedar menyediakan energi listrik, tapi juga bagaimana mengoptimalkan energi listrik untuk pengembangan produksi di kampung yang bersangkutan. Apalagi, listrik merupakan salah satu modal produksi yang penting.

“Oleh karena itu, listrik yang tersedia bagi masyarakat kampung bukan hanya dimanfaatkan untuk kegiatan konsumtif saja. Tapi, justru lebih diutamakan untuk kegiatan produksi,” ungkapnya.

Hal inilah yang dilakukan oleh Akuo Energy, karena perusahaan tersebut mendapatkan dana untuk membangun pembangkit listrik dari pendanaan pihak ketiga yang peduli dengan lingkungan, seperti MCAI (Millenium Challenge Account Indonesia) yang saat ini tengah mengembangkan proyek di Merabu, Long Beliu dan Teluk Sumbang. Selain itu, perusahaan akan mengembangkan lagi proyek-proyek lainnya dengan memanfaatkan pendanaan dari berbagai lembaga keuangan dan donor lainnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Berau ini juga meminta, agar pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya terbatas pada tiga kampung yang didanai oleh MCAI saja, tapi juga untuk seluruh kampung di Berau. Hal itu sekaligus mendukung program pemberdayaan masyarakat yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh Pemkab Berau.

 

Ia juga menjelaskan kepada Eric, jika ingin membuat model pengembangan sebaiknya tidak berbasis pada kampung saja. Tapi juga berbasis kabupaten, sehingga dampak konservasi dan ekonominya bisa lebih luas. Atas tawaran Muharram ini, ia menyatakan akan mencoba mencarikan pendanaan dimaksud dengan syarat ada dukungan dari semua pihak khususnya Pemkab Berau dan pemerintah kampung di seluruh Berau.

“Selain dukungan pemerintah, Eric juga meminta dukungan dari LSM yang bekerja di Berau yang bekerja langsung mendukung pembangunan di tingkat kampung,” ujarnya.

Saat ini, sudah ada sejumlah lembaga yang tengah mengembangkan pendekatan SIGAP (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan) yang merupakan sebuah pendekatan yang dibuat untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di tingkat kampung, seperti yang dilakukan TNC dan LSM lainnya.

“Perencanaan yang baik di tingkat kampung sangat penting untuk mendukung seluruh program pembangunan kampung termasuk didalamnya penyediaan energi secara berkelanjutan,” pungkasnya.(Hendra Irawan)