Lambat Perhatian Pemerintah, Forum RT dan Masyarakat Tambal Sulam Jembatan Sambaliung

 

SAMBALIUNG – Melihat kondisi badan jalan di jembatan penghubung antara Kecamatan Tanjung Redeb menuju Kecamatan Sambaliung mulai berlubang, Forum Ketua RT Kelurahan Sambaliung beserta masyarakat melakukan tambal sulam dengan dana swadaya.

Ketua Forum RT Kelurahan Sambaliung, Turmin mengatakan, penambalan lubang dilakukan bertujuan untuk penanganan sementara menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan lubang pada jalan.

"Kita lakukan tambal sulam untuk memudahkan pengguna jalan melintas, jangan sampai terjadi laka lantas akibat pengendara yang melintas di lubang dan tak bisa mengontrol kendaraannya," ungkapnya kepada beraunews.com, Minggu (20/11/2016).

BACA JUGA : Jembatan Sambaliung Memprihatinkan, UPTD PU Kaltim Hanya Berani Tambal Sulam

Dikatakannya, meski penanganan pada jembatan tersebut merupakan kewenangan Pemprov Kaltim, namun pemerintah daerah diharap bisa melakukan koordinasi guna mempercepat penanganan kerusakan jalan pada jembatan tersebut.

"Bukan cuma berlubang saja tapi juga jembatan mulai renggang sekitar 10 cm, dikhawatirkan jika penanganan lambat jembatan akan makin parah hingga putus," bebernya.

BACA JUGA : Hari Santri Nasional 2016, KOPI Berau dan Santri Benahi Lubang Jalan Jembatan Sambaliung

Terkait bergesernya jembatan tersebut, pihaknya melihat ada pondasi yang mulai longsor sehingga membuat jembatan perlahan-lahan bergeser. Hal itu semakin menjadi kekhawatiran masyarakat khususnya pengguna jalan.

"Kalau kita lihat dari pekerjaan tadi, pergeseran jembatan memang adanya pondasi yang mulai longsor dan itu yang dikhawatirkan akan semakin parah," terangnya.

Akibat dari berlubangnya badan jalan, sudah pernah terjadi pengguna jalan yang terjatuh karena menghindari lubang. Pengguna jalan pun sering menghindari lubang hingga masuk ke jalur berlawanan.

"Jadi saling mengambil jalur tengah, dan itu yang kita khawatirkan kalau mereka sama-sama laju bisa bahanya bahkan hingga kecelakaan," tambahnya.

BACA JUGAGamalis : Pemeliharaan Tak Selesaikan Kerusakan Jalan

Pihaknya berharap badan jalan bisa segera dibenahi bukan hanya tambal sulam saja. Pasalnya, jika hanya tambal sulam, paling lama dirasakan hanya 6 bulan, dan selebihnya kondisi badan jalan akan kembali rusak.

"Jangan hanya tambal sulam, kalau seperti itu 6 bulan saja sudah kembali lagi, setidaknya bisa dibenahi secara permanen," pungkasnya.(Dedy Warseto)