Apa Kabar Bujangga?

TANJUNG REDEB – Aktivitas keseharian masyarakat Berau yang dulunya mengandalkan jalur Bujangga, saat ini mengaku sangat kesulitan dengan ketiadaan jalan itu. Setelah terlihat tanda-tanda bakal putus total diawal tahun 2016, sampai saat ini belum ada tanda-tanda jalan ini bakal dibenahi.

“Rumah saya dekat SPBU, tapi kerjanya di Teluk Bayur, sehari bisa 4 kali bolak balik rumah-Teluk, dan setiap kali harus memutar jauh. Kapan jalanan itu diperbaiki, kasihan kami ini,” ungkap Suharyadi, salah seorang warga yang berprofesi supir perusahaan.

Ada banyak kisah yang muncul pasca Jalan Bujangga putus dan sering menyatu dengan Sungai Segah saat meluap. Beberapa warga sekitar mulai cemas, mereka kawatir bagunan rumah dan warung yang ada di pinggir Jalan Bujangga akan ikut ambles pula. Warga sekitar juga berharap penanganan dan perbaikan segera dilakukan supaya keadaannya tidak semakin parah.

“Saya pernah mau pulang kerja, pas mau hujan pula, seharusnya kalau Jalan Bujangga ada tak bakal kehujanan, karena mutarnya jauh betul ya basah kuyup,” jelas warga lainnya.

Yang menakutkan, setiap pasang surut air, apalagi di malam hari, warga yang bermukim dipinggir jalan putus selalu cemas. Sebab, dikala air surut, biasanya terjadi pergerakan tanah disekitar lokasi jalan yang putus. Apalagi diawal-awal jalan tersebut amblas, setiap subuh, terjadi pergerakan tanah yang kini sudah sampai dihalaman rumah warga setempat. Warga cemas, jika malam hari saat semua orang tertidur tiba-tiba tanah rumah mereka amblas.

Ditinjau dilapangan, selain mulai terlihat retakan, hampir semua rumah yang ada dipinggir jalan putus itu, memiliki jalan yang semakin sempit. Sebab, sedikit demi sedikit badan jalan amblas. Atas kondisi ini, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengharapkan pemerintah pusat bisa segera menangani persoalan ini.

“Karena ini bukan kewenangan kami di daerah, sehingga kita hanya bisa bersabar menunggu Pusat memperbaiki, dan terpenting yang selalu kami kawal ketat adalah bagaimana jalan ini bisa tuntas, artinya tidak sepotong-sepotong seperti sebelumnya, harus tuntas,” pungkas Wabup.(ea)