Jembatan Penghubung Bumi Jaya-Tunggal Bumi Terancam Ambruk

 

TALISAYAN – Jembatan penghubung Kampung Bumi Jaya-Kampung Tunggal Bumi yang berada di Kecamatan Talisayan kondisinya sekarang kian memprihatinkan dan membahayakan bagi pengendara yang melintas di atas jembatan yang panjangnya sekitar 6 meter tersebut.

Berdasarkan pantauan beraunews.com di lapangan, kondisi jembatan tersebut nyaris ambruk, padahal aktivitas masyarakat yang melintas di atas jembatan berkonstruksi kayu ulin itu cukup padat.

Ahmad, salah seorang warga yang berada di sekitar jembatan itu mengungkapkan, jembatan itu telah rusak sejak beberapa bulan yang lalu. Kendati demikian, tidak ada perbaikan yang dilakukan dari pemerintah setempat.

Disampaikannya, sejak mengalami kerusakan, setidaknya sudah cukup banyak kendaraan yang terperosok di sekitar jembatan. Bahkan, awal November kemarin, sebuah truk pengangkut pupuk yang hendak ke Kampung Tunggal Bumi terperosok dan hamper terbalik.

“Sekarang, jembatannya hanya tinggal sebelah saja yang dapat digunakan. Kalau melintas harus gentian,” ujarnya.

 

Disamping itu, salah satu yang menjadi kekhawatirannya adalah keberadaan anak sekolah yang kerap melintas melalui jembatan tersebut. Karena dengan kondisinya saat ini, bisa saja membuat anak sekolah mengalami hal yang tidak diinginkan.

“Banyak anak sekolah dari Tunggal Bumi yang setiap hari melintas di atas jembatan, khawatir saja kalau kenapa-kenapa. Apalagi papannya juga sudah banyak lepas,” bebernya.

Sementara itu, Rusdi warga Tunggal Bumi yang saat itu melintas mengungkapkan hal senada. Ia berharap, agar jembatan tersebut dapat segera dilakukan perbaikan. Apalagi, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan kampung Bumi Jaya dan Tunggal Bumi.

“Harapannya dapat segera dilakukan perbaikan. Agar dapat menjadi lebih nyaman dan aman,” harapnya.

Terpisah, Kepala Kampung Bumi Jaya, Simprinas Erwan mengakui, kondisi jembatan tersebut memang cukup memprihatinkan. Meski begitu, bukan berarti pihaknya sengaja melakukan pembiaran dan tidak melakukan perbaikan apapun.

Beberapa waktu lalu dikatakannya, jembatan tersebut telah direncanakan untuk dilakukan perbaikan alternatif agar tidak mengganggu mobilisasi masyarakat. Namun, ada salah satu oknum masyarakat yang diduga sengaja melakukan pengrusakan karena merasa kesal, lantaran jembatan tersebut tak kunjung dilakukan perbaikan. Hal tersebut membuat rencana perbaikan tidak jadi dilakukan.

“Alasannya merusak itu agar secepatnya dilakukan perbaikan. Sementara itu kan bukan wewenang pemerintahan kampung,” ujarnya saat dikonfirmasi beraunews.com.

Bahkan, pihaknya juga sempat melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian agar mencegah persoalan tersebut meluas. Disamping itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan UPTD DPU Berau yang ada di Kecamatan Talisayan agar kerusakan tersebut dapat ditanggulangi.

“Informasinya, jembatan itu akan dilakukan perbaikan, kemungkinan akan dibuat gorong-gorong. Ya kita berharap masyarakat dapat bersabar dulu. Yang jelas, kita akan berupaya bagaimana akses tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” tutupnya.(Hendra Irawan)