Diperkirakan Hanya 1 Pembangkit PLTU Teluk Bayur Beroperasi Tahun 2017

 

TELUK BAYUR – Target pengoperasian PLTU Teluk Bayur yang disepakati antara Lembaga Mufakat Adat Banua (Lamuba) dengan Manajemen PLTU Teluk Bayur, nampaknya tak bisa terpenuhi. Pasalnya, progres pembangunan PLTU Teluk Bayur hingga saat ini diperkirakan baru mencapai 60 persen.

Site Manager PT Indokomas Buana Perkasa KSO PT Hasta Prajatama, Kontraktor Proyek PLTU Teluk Bayur, Mulyadi mengatakan, jika saat ini proses pembangunan PLTU masih terus dilakukan. Namun pihaknya juga belum bisa memastikan jika PLTU tersebut beroperasi tahun 2017 mendatang.

"Masih lama prosesnya ini, kalau 2017 saya rasa belum bisa, tapi kita tetap upayakan pengerjaannya agar cepat rampung," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (14/11/2016).

Dikatakannya, saat ini juga masih dalam proses pengurusan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) untuk membuka lahan agar bisa mengeluarkan listrik menuju jalan utama. Jika IPK tersebut belum juga rampung, otomatis listrik belum bisa di distribusikan.

"Ada sekitar 2 kilometer lagi jalan yang sedang diurus IPK-nya. Kalau itu sudah clear (selesai) akan lebih mudah memasang tiang dan kabel untuk pendistribusian listrik," tambahnya.

Selain itu, jika diupayakan secara maksimal, kemungkinan besar tahun 2017 hanya bisa dioperasikan 1 unit mesin pembangkit terlebih dahulu. Asalkan, IPK bisa segera selesai.

"Kalau 1 mesin dulu mungkin bisa saja diusahakan untuk dioperasi 2017 nanti," terangnya.

Meski sudah melampaui batas target selesainya proyek, namun pihaknya masih terus melakukan pengerjaan mengingat komitmen perusahaan dengan pemerintah yang mempercayakan proyek tersebut untuk dikerjakan.

"Kami tetap kerjakan ini, karena ini komitmen kita. Jadi apapun yang terjadi, kita selesaikan sesuai harapan dan masyarakat bisa menikmati listrik," pungkasnya.(Dedy Warseto)