Diprediksi Bakal Krisis Listrik Berkepanjangan, Wabup : PLN Jangan Hanya Bergantung Ke PLTU Lati

 

TANJUNG REDEB – Saat ini, kondisi mesin milik PLTU Lati sudah sangat memprihatinkan. Di setiap bulanya hampir terjadi kerusakan di 3 unit boiler berkapasitas 3 x 7 megawatt tersebut. Usia mesin yang sudah tua serta beban kerja yang sering dipaksakan, membuat kerusakan semakin parah. Hal inipun membuat mesin tersebut tak lagi sangup bekerja maksimal membantu memenuhi kebutuhan listrik dari PLN ke masyarakat.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo tak menampik, jika beban kerja dari PLTU Lati selama ini sangat dipaksakan. Sehingga membuat kinerja ketiga unit mesin PLTU tak optimal. Dengan beban yang sangat berat ini, kerusakan mesin pun tidak bisa lagi dihindari meskipun perawatan rutin sering kali dilakukan.

BACA JUGA : Pemadaman Kian Masif, IPB Minta PLN Sediakan Mesin Cadangan Saat Perawatan

Dalam kunjungan Wabup ke PLTU Lati, Senin (14/11/2016) siang, diketahui bahwa unit tiga milik PLTU merupakan mesin yang baru beroperasi sekitar 3 tahun, sementara untuk boiler satu dan dua, merupakan mesin lama yang berumur 13 tahun.

“Kerusakan ini karena mesin sering dipaksakan, meskipun ada kerusakan yang harus ditangani. Alasan ini karena kita tidak mau terjadi pemadaman lebih besar jadi tetap kita paksakan, sementara PLN tidak mempunyai daya yang cukup untuk mengaliri masyarakat,” jelas Wabup usai meninjau mesin PLTU yang rusak.

Wabup menegaskan, jika situasi ini terus dipaksakan maka diprediksi dalam beberapa tahun ke depan Berau akan mengalami krisis listrik yang sangat luar biasa. Jadi dalam hal ini, ia menekankan kepada PLN untuk mengambil sikap secepatnya. Jangan hanya bergantung kepada PLTU Lati saja, sementara tidak ada upaya yang dilakukan PLN.

BACA JUGA : PLN Tambah Zona Pemadaman, Wabup : Listrik Tanggung Jawab PLN

“Ini kan mesin sudah pada tua dan masuk usia senja, bisa dibayangkan kalau ketiganya rusak. Jadi PLN harus cepat mengambil sikap sebagai yang bertanggung jawab, kalau kita pemerintah daerah hanya membantu saja. Karena listrik ini tanggung jawab PLN,” tegas Agus.(M.S. Zuhrie)