PLN Tambah Zona Pemadaman, Wabup : Listrik Tanggung Jawab PLN

 

TANJUNG REDEB – Menyikapi krisis listrik yang saat ini terjadi, PT PLN Area Berau ‘terpaksa’ mengambil langkah untuk menekan waktu pemadaman di masyarakat. Untuk meminimalisir lamanya pemadaman itu, PLN telah membagi zona pemadam menjadi tujuh yang sebelumnya hanya tiga zona.

Pembagian titik pemadaman dari yang semula 3 zona menjadi 7 zona, diakui pihak PLN telah direalisasikan saat pemadaman yang saat ini terjadi. Dengan pembagian ini, durasi pemadaman bisa dikurangi yang biasanya 6 sampai 7 jam kini menjadi 4 jam saja.

“Jadi tidak terlalu lama lah merasakan padam listrik ini. Kalau dari kita, konsekuensi pembagian zona ini, PLN harus menambah regu karena ini sistemnya manual saja,” ujar Manager PT PLN Area Berau, Adi Prasetyo, Kamis (3/11/2016).

Bukan hanya penambahan zona saja, namun sejumlah pelanggan yang menggunakan listrik dengan daya besar diminta untuk mengurangi pemakaian pada saat beban puncak terjadi dan ketika pemadaman berlangsung. Sehingga kekurangan daya yang mencapai 4 MW (Megawatt) ini dapat tertutupi.

“Yang memakai 1 sampai 2 megawatt diarahkan untuk menggunakan genset saat pemadaman ini. Seperti di Berau Coal dengan daya 3 megawatt yang masuk sistem, harus dikurangi juga dan telah mereka terapkan,” ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau, Mappasikra Mappaseleng.

Terpisah, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo menegaskan, persoalan listrik ini merupakan tanggung jawab utama dari PLN. Dalam hal ini pemerintah daerah sifatnya hanya membantu , dan itu telah dilakukan dengan memenuhi kebutuhan daya di PLTU Lati sebesar 21 MW.

“Bantuan yang kita berikan sangat luar biasa. Tinggal PLN yang harus memaksimalkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, jangan lagi Bupati dan Wakil Bupati yang ditelepon kalau ada pemadaman. Karena tanggung jawab listrik ini kan ada di PLN,” tutupnya.(M.S. Zuhrie)