Perkuat Jalan Gunung Panjang, Rigid Pavement Solusinya

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum  (DPU) saat ini tengah gencar melakukan perbaikan infrastruktur yang ada di wilayah perkotaan, baik perbaikan jalan umum maupun perbaikan saluran pembuangan atau drainase.

Kepala DPU Berau, Taupan Madjid saat berbincang dengan beraunews.com, Kamis (9/6/2016) mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dana bantuan Provinsi sebesar Rp20 Miliar untuk melanjutan proyek perbaikan kawasan Jalan Gunung Panjang.

" Kita lagi genjot perbaikan Jalan Gunung Panjang, disana tahun lalu pernah di bangun tapi tidak panjang. Sekarang kita lanjutkan. Saya lupa merapa meter panjangnya, tapi yang jelas proyek itu menghabiskan Rp20 miliar anggaran bantuan Provinsi," jelasnya.

Dikatakannya, dikawasan itu kondisinya sungguh memprihatinkan, untuk itulah pihaknya melakukan upaya perbaikan. Namun, rusak kembali akibat aktivitas galian C yang ada di sepanjang Gunung Panjang.

"Kenapa kita semenisasi Jalan Gunung Panjang, ya karena itu. Kita berapa kali perbaiki  tapi rusak lagi. Ini aspalnya cepat rusak, ya karena aktifitas galian C itu. Ratusan kali truk bolak balik setiap hari, sementara kapastias jalan cuma kelas 3, ya rusak lah, makanya kita rigid pavement (beton semen-red) saja biar kuat," tambahnya.

Bukan hanya kawasan Jalan Gunung Panjang, DPU Berau juga tengah berupaya memperbaiki saluran drainase di wilayah Jalan Durian III yang menghubungkan ke Sungai Segah. Hal itu sebagai upaya penanganan banjir yang kerap melanda warga Jalan Pulau Kakaban.

"Selain jalan ini (Jalan Pulau Panjang-red), kita juga mau merevitalisasi sungai di Jalan Pulau Kakaban tembus ke Jalan Pulau Sambit. Tapi saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Kalau revitalisasi ini terwujud, saya yakin kawasan Jalan Pulau Kakaban dan sekitarnya tidak banjir lagi ketika hujan turun," tutupnya.

Sementara itu, Suwarno salah seorang warga Gunung Panjang mengaku senang lantaran keinginan warga menikmati jalan yang mulus akhirnya terwujud, meskipun harus menderita bertahun tahun.

"Sebagai warga sini, saya senang sekali. Dulu jalan kita ini seperti sawah, dimana-mana air dan lumpur. Cukup sudah kita bertahun-tahun menderita, akhirnya warga sini bisa menikmati jalan mulus dan tidak takut jatuh lagi kalau lewat,"  pungkasnya.(msz)