Soal Jembatan Sambaliung, Ini Kata Anggota Komisi III DPRD Kaltim

SAMARINDA – Langkah yang dilakukan belasan santri bersama dengan Komunitas Pendidikan Indonesia (KOPI) Berau untuk menambal beberapa lubang yang terdapat di badan jalan di atas jembatan kerangka baja, Sambaliung, Sabtu (22/10/2016) kemarin, ditanggapi anggota Komisi III DPRD Kaltim, Wibowo Handoko.

Kekhawatiran akan terjadi kecelakaan yang menimpa pengguna jalan menjadi salah satu alasan yang mendasari hal tersebut dilakukan para santri dan KOPI. Dikatakan Wibowo, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui apakah pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wilayah Kaltim-Kaltara pernah atau belum menerima usulan untuk perbaikan dan pemeliharaan keseluruhan terhadap jembatan tersebut.

Untuk itu, dalam waktu dekat ia akan melakukan konfirmasi terkait usulan yang dikemukakan UPTD DPU Wilayah Kaltim-Kaltara tersebut.

“Saya akan coba kroscek dulu apakah usulan untuk perbaikan jembatan di Sambaliung itu sudah pernah diusulkan atau belum,” ujar anggota DPRD Kaltim yang terpilih melalui Dapil Berau, Kutim dan Bontang ini saat dihubungi beraunews.com, Minggu (23/10/2016).

BACA JUGA : Jembatan Sambaliung Memprihatinkan, UPTD PU Kaltim Hanya Berani Tambal Sulam

Ia juga menyebutkan, akan menyampaikan secara langsung kepada DPU Kaltim agar instansi yang menangani secara teknis segera melakukan langkah-langkah perbaikan dan pemeliharaan terhadap kondisi jembatan kerangka baja yang menjadi jalur utama penghubung antara Kecamatan Tanjung Redeb dan Sambaliung serta beberapa kecamatan terdekat lainnya itu.

“Demi keamanan dan menjamin keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat yang melintas di jembatan tersebut, secepatnya kami akan meminta dilakukan perbaikan dari pihak terkait. Sebab kami juga tidak ingin kalau sampai ada korban akibat kondisi jalan berlubang-lubang tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA : Hari Santri Nasional 2016, KOPI Berau dan Santri Benahi Lubang Jalan Jembatan Sambaliung

Sebelumnya, masyarakat khususnya yang menjadi pengguna jalan tersebut kerap mengeluhkan kondisi jalan yang terlalu banyak berlubang, terlebih jalan tersebut berada di atas jembatan kerangka baja yang selalu ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Masyarakat berharap Pemprov yang memiliki kewenangan terhadap perbaikan jalan tersebut dapat segera bertindak.(Marta)