Dampak Jalan Berau-Bulungan Putus, Kendaran Mengular Ratusan Meter

 

GUNUNG TABUR – Sejak putusnya jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Berau, Kaltim dengan Kabupaten Bulungan, Kaltara di kilometer 40, aktivitas warga yang ada di sekitar lokasi kejadian pun ikut terganggu. Selain warga sekitar, dampak dari putusnya jalan utama ini mengakibatkan antrian kendaraan umum hingga kendaraan pribadi di lokasi kejadian mengular hingga ratusan meter.

Hardi, salah seorang sopir travel tujuan Berau-Bulungan mengaku, jika dirinya sudah terjebak di lokasi kejadian sejak pukul 10.00 Wita, Selasa (18/10/2016). Minimnya informasi terkait peristiwa putusnya jalan itu, membuat dirinya tetap menerima orderan penumpang, namun akhirnya harus terhenti akibat jalan yang putus.

“Terpaksa penumpang saya 5 orang dari Berau saya oper ke taksi lain yang nunggu dari arah Bulungan. Mau tidak mau begini, karena jalan putus kita tidak bisa lewat. Apalagi saya sudah hampir 5 jam terhenti disini. Sekarang saya mau pulang ke Berau lagi,” ungkapnya kepada beraunews.com di lokasi kejadian.

BACA JUGA : Hujan Deras, Jalan Berau-Bulungan Putus

Bukan hanya Hardi, hal serupa juga dialami Ari, agen distributor salah satu bola lampu itu terpaksa harus membongkar muatan yang dibawanya di lokasi kejadian, akibat kendaraan dari arah Berau menuju Bulungan tak bisa melintas.

“Terpaksa kita bongkar disini, mau gimana mobil tidak bisa lewat,” ujarnya.

Namun demikian, disaat sejumlah warga yang melintas memilih berhenti dan membagi tumpangannya dengan pengedara lain dari arah yang berlawanan, ada saja sejumlah pengedara roda dua yang tetap nekat melintas melalui sisa badan jalan yang belum longsor. Tak jarang akibat ulah nekatnya, sejumlah kendaraan warga tersangkut hingga harus didorong warga lain.

“Kita nekat-nekatan saja, mau gimana lagi kalau kita balik lagi ke Bulungan kan jauh, kita lewat jalan kecil itu karena banyak juga yang nekat lewat. Kalau untuk motor masih cukup saja walau motor agak tersangkut di lumpur. Saya harap mudahan cepat diperbaiki biar kita tidak susah lewat begini lagi,” tutup Andre.(M.S. Zuhrie)