Berdiri Sejak 2001, IPA Tanjung Batu Tak Berguna

 

PULAU DERAWAN – Berdiri sejak tahun 2001, Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang berada di Kecamatan Pulau Derawan saat ini kondisinya sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak, IPA yang menjadi salah satu sumber air bersih bagi masyarakat Kampung Tanjung Batu tersebut, justru mangkrak hingga bertahun tahun. Akibatnya, sejumlah mesin pompa air pun ikut hilang digondol maling.

Mahmud, warga setempat menuturkan, sejak dibangun tahun 2001, IPA yang berada 1 Km dari Kampung Tanjung Batu itu hanya beroperasi beberapa tahun saja, lalu kemudian terhenti. IPA kembali dioperasikan saat Pekan Olahraga Nasional (PON) Kaltim 2008 berlangsung, setelah itu hingga kini IPA tersebut tak kunjung beroperasi kembali.

“Selama ini kita hanya pakai air sumur, mau gimana lagi IPA ini tidak berfungsi. Cuma beberapa tahun aja, setelah itu stop tidak berfungi lagi,” ungkapnya saat diwawancarai beraunews.com, Sabtu (15/10/2016).

Mahmud tak mengetahui secara jelas penyebab IPA tersebut mangkrak hingga sekarang. Namun, dirinya menilai jika pembangunan IPA di Tanjung Batu sama sekali tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, bahkan mubazir.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi mengakui jika memang IPA yang berada di Kampung Tajung Batu tidak berfungsi sejak PON berakhir 2008 lalu.

“Iya benar, itu IPA yang di Tanjung Batu tidak berfungsi. Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan peninjauan ke lapangan, untuk mencari tahu sebab musabab maupun sejarahnya. Karena informasinya, kebutuhan air bersih masyarakat disana juga mendesak,” ujarnya.

 

Dikatakan Adief, keberadaan IPA di Kampung Tanjung Batu tersebut sejatinya bukan dikelola pihak PDAM, melainkan oleh pihak Kecamatan Pulau Derawan. Dahulu pengeloaan IPA memang dilakukan Pemkab, namun saat PON berlangsung, pihak kecamatan mengajukan usulan untuk mengelola secara mandiri IPA diwilayahnya.

“Dari data yang saya peroleh, itu IPA bukan kita yang kelola, jadi itu awalnya dikelola Pemkab. Tapi kecamatan mengusulkan untuk dikelola sendiri. Setelah diberikan, ternyata besar pasak dari pada tiang, akibatnya IPA ditelantarkan sampai membusuk begitu. Kita akan upayakan pengelolaan IPA itu akan dikelola PDAM lagi nantinya,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)