Meski Defisit, DPU Usulkan 7 Proyek Multiyears Tahun 2017

 

TANJUNG REDEB – Sebelum menetapkan APBD Perubahan tahun anggaran 2016, DPRD Berau menggelar rapat untuk menetapkan teknis pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang disepakati dimulai dari komisi-komisi.

Pembahasan KUA-PPAS 2016 yang dilakukan secara maraton ini pun telah dimulai pada Jum’at (14/10/2016) hari ini. Dimana, tiga komisi di DPRD mengundang beberapa SKPD di lingkungan Pemkab Berau untuk membahas rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di anggaran perubahan nanti, salah satunya Komisi III menggelar rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Kepala DPU Berau, Taupan Majid mengungkapkan, anggaran belanja DPU mengalami perubahan menjadi sekitar Rp663,42 miliar atau mengalami penurunan hingga Rp138,99 miliar dari yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp802,42 miliar pada APBD tahun 2016. Penurunan itu pun berdampak langsung pada beberapa paket lelang, seperti proyek drainase dalam kota senilai Rp60 miliar yang sebelumnya telah diusulkan.

“Itu juga nanti ada rencana untuk di 2017, itu dilanjutkan dan langsung di-multiyears-kan. Sementara ini, memang terpending saja,” ungkap Taupan saat diwawancarai beraunews.com, Jum’at (14/10/2016) usai menghadiri rapat tersebut.

Proyek-proyek pembangunan yang saat ini dihentikan, ditambah Taupan, tetap diprioritaskan untuk kembali dilelang pada tahun anggaran 2017. Mengingat, selain terjadi defisit anggaran, waktu yang tersisa hingga akhir tahun anggaran pun hanya tinggal beberapa bulan saja.

“Jadi apa yang menjadi program-program 2016, yang penting-penting tetap kita lanjutkan di 2017. Seperti, drainase dalam kota, itu langsung kita tuntaskan di 2017. Rencana mau kita usulkan multiyears langsung Rp60 miliar, langsung diselesaikan saja,” tambahnya.

 

Dengan kondisi defisit yang terjadi saat ini, diakui Taupan, pihaknya pun lebih memfokuskan pada pembahasan program pembangunan tahun 2017 mendatang. Diprediksi, DPU hanya akan memiliki pagu anggaran sebesar Rp126 miliar di APBD tahun 2017, yang diprediksi hanya tinggal Rp1,3 triliun.

“Ada sekitar 26 paket, yang tidak jadi karena tidak sempat dilelang. Kemudian, tidak sempat pengumuman,” bebernya.

Dalam pembahasan program pembangunan tahun 2017, dijelaskan Taupan, ada 7 proyek pembangunan yang diusulkan sebagai proyek multiyears (kontrak penganggaran tahun jamak), yakni proyek drainase dalam kota, air bersih di kawasan dalam Kota dan Kecamatan Biduk-Biduk, Peningkatan Jalan di Kecamatan Maratua dan Jalan Akses ke Pelabuhan Mantaritip di Kecamatan Sambaliung.

“Usulan ada 7 multiyears, air bersih dalam kota itu penting. Tapi, air bersih yang di Biduk-Biduk itu, mungkin kalau bisa di perubahan ini, tapi tidak tahu kalau kebijakan. Uangnya kan tahun ini ada Rp18 miliar, itu kemarin mau dimultiyearskan tapi waktunya sudah pendek,” jelasnya.

 

Namun, dalam APBD Perubahan tahun 2016 ini, dikatakan Taupan, pihaknya tetap menganggarkan beberapa anggaran belanja DPU, yakni penyelesaian pembebasan lahan Jalan Freeway.

“Kita rencana menyelesaikan pembebasan lahan di freeway, diperubahan itu ada dan kita cicil dananya. Kemarin kita sudah legal opini sama Kejaksaan, jadi sudah dikembalikan ke Dinas PU. Nanti, PU yang buat tim bekerja sama dengan lainnya, camat apa segala. Pendataan kembali, baru kita bayar yang sudah ada sertifikatnya,” pungkasnya.(Andi Sawega)