Gaet Perusahaan Sediakan Toilet Bagi Warga

 

SAMBALIUNG – Sebagian masyarakat di Kabupaten Berau masih menjalankan gaya hidup tidak sehat. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang belum memiliki toilet dirumahnya. Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Tata Ruang (DPTR) Berau, sebanyak 7 ribu masyarakat belum memiliki toilet.

Berkaca dari persoalan itu, DPTR berencana untuk menjalankan program toiletisasi. Mengawali rencana itu, saat ini ada tiga kampung sebagai pilot project pembangunan toilet ini, yakni Kampung Bebanir Bangun sebanyak 30 toilet, Kasai 10 dan Pegat Bukur 10.

“Ini program dari Kabid Pengemangan Kawasan, Teknologi dan Industri Pak Sarjono yang mengikuti Diklat PIM III Angkatan IV Samarinda. Kalau dalam satu setengah bulan ini hasilnya bagus, akan kita dukung untuk masuk di program 2017,” ujar Kepala DPTR Berau, Apridoh Piarso di Kampung Pegat Bukur kepada beraunews.com, Rabu (12/10/2016).

Ia menilai, program ini sangat bagus untuk dijalankan. Selain membuat masyarakat menjalankan gaya hidup sehat, pemerintah pun tidak akan mengeluarkan anggaran. Mengingat program ini bekerja sama dengan perusahaan yang beroperasi di Bumi Batiwakkal, seperti di Pegat Bukur yang mendapat dukungan dari PT Rantau Panjang Utama Bhakti (RUB).

“Ini sistemnya swadaya, jadi perusahaan memberikan bantuan berupa bahan bangunan dan masyarakat mengerjakan. Nantinya kita akan komunikasikan dengan perusahaan lain lagi dan kalau bisa dibuatkan peraturan daerah dan MoU dengan perusahaan,” katanya.

 

 Program ini pun mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan. Camat Sambaliung, Kusuma Sirajuddin yakin jika program positif seperti ini bakal mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Mengingat perannya dalam mendukung pembangunan daerah.

“Ada beberapa pejabat juga yang programnya saat mengikuti Diklat PIM ini sampai ke nasional seperti Sistem Informasi Manajemen Penerimaan Hotel dan Restoran (Simhore). Pembangunan toiletisasi secara swadaya dengan melibatkan perusahaan ini juga kita ingin didukung penuh,” ujarnya

Sementara Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma mengungkapkan, adanya program ini bakal memberikan dampak besar bagi masyarakat disana. Sehingga, tidak lagi menerapkan pola hidup tidak sehat seperti yang dijalankan selama ini.

“Saya minta dukungan dari bapak dan ibu sekalian untuk mendukung program kampung sehat. Kita pasti bisa menghilangkan kebiasaan yang tidak sehat, ke depan jangan ada lagi yang buang air sembarangan,” tutupnya.(M.S. Zuhrie)