Catat, Listrik Berau Baru Tercukupi 30 Persen

 

TANJUNG REDEB – Dari 100 Kampung yang tersebar di 13 Kecamatan se-Kabupaten Berau, terdapat 27 kampung yang belum merasakan aliran listrik. Bahkan, hingga tahun 2016 ini, kebutuhan listrik di Berau masih kurang 80-100 Megawatt (MW). Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo yang ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Selasa (27/9/2016).

Menurutnya, tidak cukup satu solusi untuk menerangi 27 kampung tersebut. Pasalnya, disetiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda, oleh karena itu, Pemkab tengah mencarikan solusi terbaik yang bersifat pasti guna menerangi ke 27 kampung itu.

"Tentu tiap kampung memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang berbeda, yang bisa kita manfaatkan. Maka dari itu kita lihat dulu, SDA apa yang mencolok di kampung tersebut, tidak menutup kemungkinan kita menggunakan PLTA (pembangkit listrik tenaga air), " ujarnya.

Sementara itu, pasokan listrik di Berau dinilainya hanya berkisar 30 persen saja, sedangkan 70 persen masih harus dicarikan solusinya. Saat ini, terkait penambahan daya, yang sudah pasti ada 41 MW. Dengan rincian, PLTU Lati yang akan menambah mesin pembangkit 7 MW, PLTU Teluk Bayur milik PLN dengan daya 14 MW, serta PT Lentera yang akan membangun 20 MW. Sedangkan kebutuhan listrik Berau mencapai 80 hingga 100 MW.

"Tentu dengan dibangunnya pembangkit listrik ini akan membantu Berau, dan target pemerintah pada tahun 2018 ini Berau akan bebas dari masalah Listrik," ujarnya.

Kebutuhan Listrik di Berau tentu akan menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemkab Berau, namun Wabup berkeyakinan pada tahun 2018 ini kebutuhan listrik di Berau akan terpenuhi.

"Iya ini akan kami jadikan PR, dan target 2018 harus segera terlaksana untuk Berau bebas padam," pungkasnya.(M.S. Zuhrie)