Ketua DPRD : Kita Harus Punya Komitmen

TANJUNG REDEB – Himbauan Presiden  Republik Indonesia, Joko Widodo terkait kebersihan lingkungan yang harus diterapkan melalui program bebas sampah pada 2018 mendatang, rupanya mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya'diah.

Ditemui beraunews.com disela-sela kegiatannya menghadiri acara peringatan lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada 5 Juni, Sari (sapaan akrab Ketua DPRD-red) mengatakan, Kabupaten Berau juga harus berkomitmen melestarikan lingkungan hidup dan membawa Berau menjadi daerah yang bebas sampah sejak dini.

"Mencintai lingkungan itu adalah salah satu kewajiban kita sebagai manusia. Di luar dari instruksi presiden itu, memang ini adalah kewajiban. Dalam hal ini, tidak hanya dari pihak pemerintah saja, melainkan semua pihak yang ada harus bersinergi dalam melestarikan lingkungan,” ujarnya, Minggu (5/6/2016)

Dikatakannya, lingkungan yang sehat dan bersih, dikatakannya merupakan salah satu ciri keberhasilan pembangunan di daerah. Sebab, tanpa adanya rasa peduli terhadap lingkungan mustahil generasi yang akan datang dapat menikmati keindahan dan kenyamanan dilingkungan mereka.

“Supaya kehidupan manusia yang layak akan terus dapat kita rasakan hingga anak cucu kita nanti. Kepedulian itu, harus tumbuh sejak dini dan dengan melakukan tindakan-tindakan nyata, seperti contoh kecilnya saja anak usia dini harus sudah diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak ekosistem yang ada dan sebagainya," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah terkait program bebas sampah tersebut sedikit demi sedikit sudah mulai dijalankan sejak beberapa tahun belakangan. Mulai dari menggiatkan sosialisasi terkait pentingnya menjaga dan melindungi ekosistem yang ada, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, hingga ancaman pencabutan izin kepada pihak pengelola perusahaan baik tambang dan industri lain yang dengan sengaja atau pun lalai menyebabkan pencemaran lingkungan yang akan berdampak pada keberlangsungan hidup manusia.

"Kami juga akan mengimbau dan mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan saat kami melakukan reses, juga untuk SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah-red) terkait agar lebih proaktif baik dalam mencegah dan mengatasi kerusakan lingkungan. Meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh waktu untuk merubah pola pikir masyarakat bahwa hidup bersih dan menjaga lingkungan itu sangat penting," jelasnya.

Menanggapi fenomena berubahnya warna air sungai segah yang terjadi beberapa lalu, ia tidak memungkiri bahwa keberadaan pihak-pihak industri yang menghasilkan limbah dan berpotensi merusak lingkungan akan mendapat teguran hingga pencabutan izin usaha jika terbukti menyebabkan pencemaran lingkungan. Sehingga ia juga berharap, agar ke depan semua pihak dapat bersatu dan saling bahu membahu untuk menyetop kerusakan lingkungan.

"Semua pihak harus saling bantu, jangan hanya satu atau dua pihak saja. Dan semoga di 2018 dan seterusnya Kabupaten Berau ini sudah tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan termasuk ke sungai, serta pihak perusahaan yang sekiranya berpotensi besar dapat menjadi penyebab kerusakan lingkungan agar lebih berhati-hati dan lebih mengutamakan keselamatan lingkungan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Berau, Andarias Baso melalui beraunews.com mengungkapkan jika dalam 3 Tahun terakhir, Berau berada di peringkat terbawah kabupaten sehat se-Kaltim.(mta)