Bailey Stop, Pembangunan Jembatan Permanen Lelang Oktober 2016

TANJUNG REDEB – Pembangunan jembatan bailey sebagai penanganan sementara Jalan Bujangga dipastikan tak akan dilanjutkan. Sebab, kondisi tanah di sekitar jalan tersebut masih labil dan terus mengalami pergeseran. Hal ini diketahui Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo saat meninjau Jalan Bujangga, Kamis (1/9/2016).

Dilokasi tersebut, Wabup sempat melontarkan kekecewaannya kepada pihak kontraktor pelaksana lantaran jembatan bailey tak kunjung rampung hingga saat ini dan terlihat mangkrak tanpa adanya pekerjaan disekitarnya.

“Janjinya padahal sebelum lebaran. Masyarakat sudah mengira kami (kepala daerah) yang berjanji, padahal kontraktornya yang menjanjikan itu. Kita sudah menunggu-nunggu, ternyata tidak ada yang bekerja,” ujarnya.

BACA JUGA : Di Tinggal Mudik Pekerja, Jalan Bujangga Dipastikan Tak Kelar Lebaran Ini

Melihat kondisi itu, Wabup yang didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau, Hefni Rusaini langsung menghubungi sejumlah pihak yang menangani kerusakan ruas jalan nasional ini. Seperti, kontraktor pelaksana PT Jasin Efferin Jaya dan Pejabat Pembuat komitmen (PPK) 15 Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kaltim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Nunung Noor Adnan.

“Tadi saya sudah telepon orang pusat, pekerjaan ini diperintahkan untuk dihentikan,” tegasnya.

Menurut informasi yang diperolehnya dari Nunung Noor Adnan, pembangunan jembatan bailey ini sangat tidak mungkin untuk dilanjutkan.

“Karena tanah ini terus bergeser dan mengalami penurunan 30 sampai 40 centimeter per minggu. Artinya, kalau jembatan bailey ini diteruskan, amblas. Bebannya terlalu berat dan tanahnya masih labil,” jelasnya.

BACA JUGA : Janji Palsu Kontraktor, Wabup Laporkan Ke Menteri

Selain adanya resiko mengalami amblas, diungkapkan Wabup, pihak PJN Wilayah II Kaltim akan segera mengerjakan pengerjaan jembatan permanen. Tahapan lelang dimulai pada bulan Oktober dan diprediksi awal tahun anggaran 2017 sudah mulai ada realisasi pekerjaan dilapangan.

“Saya minta kepastian. Jangan sampai ini kita stop, permanennya tidak jelas kapan. Kalau permanennya tidak jelas kapan, kita cari alternatif bagaimana yang darurat. Tapi, dia sudah memberi kejelasan dan bulan Oktober ini lelang. Ya sudah clear (selesai) masalahnya, tapi saya tetap minta kita buat surat untuk kementerian,” ungkapnya.

BACA JUGA : Jalan Bujangga Tak Kelar Sebelum Lebaran, Ini Kata PPK

Namun, Wabup tetap menegaskan pada DPU Berau untuk membuat surat tembusan kepada Kemen PUPR terkait laporan kondisi Jembatan Bujangga saat ini,

“Kita laporkan keadaan disini. Artinya, kita minta kepastian karena sekarang ini darurat tidak ada maka kita minta dipastikan yang permanen itu harus ada,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Hefni Rusaini akan segera melaksanakan instruksi ini. Pihaknya akan segera membuat surat dan meminta tanda tangan dari Bupati Berau, Muharram sebagai upaya penekanan akan kepastian pelaksanaan pembangunan jembatan permanen di jalan yang amblas tersebut.

“Kita langsung surat Bupati saja,” pungkasnya.(Andi Sawega)