Telur Penyu Selundupan, Kecil Kemungkinan Bisa Menetas

TANJUNG REDEB – Ribuan telur penyu yang akan diselundupkan sudah berhasil digagalkan Polsek Tanjung Redeb, Sabtu (27/8/2016) sekitar pukul 00.30 Wita dinihari tadi. Namun disayangkan, ribuan telur penyu tersebut kemungkinan kecil bisa ditetaskan.

Koordinator Protection of Forest & Fauna (ProFauna) Borneo, Bayu Sandi mengatakan, setelah mendapat informasi terkait adanya penangkapan pelaku penyelundupan tersebut, pihaknya langsung ke Mapolsek Tanjung Redeb untuk melihat dan melakukan pengecekan terhadap ribuan telur penyu tersebut.

“Setelah mendapat izin dari Kapolsek, kita lakukan pengecekan kondisi telur-telur itu,” ungkapnya kepada beraunews.com.

BACA JUGA : Penyelundupan Ribuan Telur Penyu Digagalkan Polsek Tanjung Redeb

Dikatakannya, ribuan telur tersebut terlihat sudah dehidrasi sehingga mengkerut. Diperkirakan telur tersebut sudah disimpan pelaku selama 2 hingga 3 hari dan kemungkinan untuk diselamatkan atau ditetaskan kecil sekali.

“Walaupun kita tanam di pasir, dari seluruhnya kemungkinan kecil bisa diselamatkan karena posisi telur juga sudah terbalik-balik,” jelasnya.

Bayu menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi pihak kepolisian atas pengungkapan ini. Pasalnya, tak sedikit telur penyu yang ada di Berau diperjualbelikan ke daerah luar, dan dengan terungkapnya ini besar kemungkinan bisa memutus mata rantai bisnis telur penyu ini.

“Beberapa informasi yang kita dapat di luar juga memang banyak telur dari Berau. Dengan adanya pengungkapan ini diharapkan akan berpengaruh banyak dengan bisnis mereka,” bebernya.

Sosialisasi sudah kerap dilakukan ProFauna bekerjasama dengan lembaga lain serta dinas terkait. Namun, untuk pengawasan sendiri pihaknya perlu melakukan peningkatan. Pihaknya pun tak lupa berterima kasih dengan adanya penangkapan ini, dan kalau pihaknya diperkenankan untuk menguburkan kembali telur-telur tersebut, maka pihaknya siap melakukannya.

“Walau kemungkinannya kecil, kalau memang mau kita boleh mengubur kembali itu maka kami siap,” pungkasnya.(Dedy Warseto)