Dispertan : Stop Bakar Lahan

TANJUNG REDEB – Kemunculan 15 hotspot atau titik panas yang akan menjadi pemicu meningkatnya kabut asap, kerap kali oknum petani yang diduga melakukan pembakaran ladang atau membuka lahan dengan cara membakar hutan, agar tak banyak memakan biaya maupun tenaga.

Menyikapai hal tersebut, Kepala Dinas Pertaniaan Tanaman Pangan (Dispertan) Berau, Ilyas Nasir mengaku, jika pihaknya terus berupaya mengingatkan semua petani di seluruh kecamatan, agar tidak terburu-buru membuka lahan, apa lagi membakar lahan untuk persiapan bercocok tanam yang akan dimulai Oktober dan November.

"Iklim cuaca sedang tidak menentu, sehingga diprediksi musim hujan baru akan terjadi pada kisaran awal November. Sementara masyarakat sudah mulai buka lahan dari sekarang," ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (26/8/2016).

BACA JUGA : Waspada, 15 Titik Hotspot Terdeteksi Di 4 Kecamatan

Oleh karena itu, ia berharap, petani yang sudah tidak sabar membuka lahan pertaniannya, agar berhati-hati jika ingin melakukan aktivitasnya. Jangan sampai malakukan pembakaran lahan yang dapat mengancam wilayah pemukiman maupun kawasan hutan.

“Sebelum memasuki musim kemarau kami juga sudah memberikan imbauan kepada semua kelompok tani maupun perorangan, agar jangan memulai bercocok tanam dengan cara membakar. Tetapi ada saja oknum masyarakat tak peduli terhadap lingkungan,” imbuhnya.

BACA JUGA : Disbun Kaltim : Pekebun Waspadai Cuaca Ekstrim

Ilyas juga berharap, adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, demi kepentingan masyarakat secara luas. Pasalnya, selain berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat, juga dapat mengurangi pendapatan petani.

"Kalau kabut lagi, aktivitas lumpuh, sekolah, pemerintahan semua lumpuh, ekonomi macet. Dampaknya ke mereka juga, jadi saya harap stop bakar lahan," pungkasnya.(M.S. Zuhrie)