Banyak Penyu Mati, BKSDA Minta Kesadaran Masyarakat

TANJUNG REDEB – Sangat disayangkan saat ini masih ada tangan-tangan jahil oknum masyarakat yang membantai penyu, baik untuk di konsumsi dagingnya maupun dicuri telurnya langsung dari tubuh penyu dengan merobek ovariumnya.

Terbukti, Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim menemukan 4 ekor penyu mati di tepi pantai Pulau Sangalaki dengan rincian pada 14 Agustus 2016 ditemukan 2 ekor, Senin (22/8/2016) 1 ekor dan hari ini ditemukan lagi 1 ekor.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Berau, BKSDA Kaltim, Aganto Seno mengatakan, ia bersama beberapa rekannya memang melakukan pengawasan atau menjaga wilayah Pulau Sangalaki. Saat sedang melakukan patroli rutin, ditemukan beberapa penyu dalam kondisi mati.

"Kalau kita duga beberapa penyu ini hanyut dari pulau lain dan sudah beberapa hari mati dan mengambang di laut," ungkapnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, Juli hingga Agustus merupakan puncak musim bertelur penyu. Tak jarang pada bulan Juli tim sering kecurian telur penyu dari sarangnya, sehingga pada bulan Agustus ini pihaknya melakukan relokasi telur penyu sebanyak-banyaknya.

"Bulan ini memang musim puncaknya bertelur. Jadi kemungkinan banyak oknum-oknum yang menjadikan pulau Sangalaki sebagai target pencurian telur penyu," katanya.

Aganto berharap, masyarakat bisa mengurangi atau bahkan mengentikan mengkonsumsi telur penyu dan dagingnya. Kalau ini bisa dilakukan, berarti aset dan icon Berau bisa diselamatkan. Termasuk pariwisata pun tidak akan terganggu.

"Harapannya masyarakat tidak lagi lah mengkonsumsi telur hingga daging penyu ini. Kita sama-sama jaga satwa yang jadi icon Berau ini. Wisatawan ke Berau juga ingin lihat penyu, kalau penyu habis apa lagi yang mau dilihat," pungkasnya.(dws)