Gunung Tabur Minim Fasilitas Kebersihan

GUNUNG TABUR – Wacana menetapkan Kecamatan Gunung Tabur sebagai kawasan cagar budaya, harus didukung dengan kebersihan lingkungan. Hal itu disampaikan Camat Gunung Tabur, Nazaruddin dalam sambutannya di acara adat manguati banua, Senin (22/8/2016) kemarin.

Saat ini, ia menilai Gunung Tabur belum maksimal dalam hal kebersihan. Hal itu dapat dilihat dari minimnya tempat sampah maupun bak sampah sebagai fasilitas masyarakat untuk membuang sampah.

Terlebih di kawasan pinggiran tepian yang kerap dijadikan tempat bersantai masyarakat untuk mengisi waktu luang. Untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman seperti dambaan seluruh pihak tersebut, ia meminta dinas terkait dalam hal kebersihan dapat menyediakan tempat maupun bak sampah disekitar keramaian masyarakat.

"Terutama fasilitas kebersihan di wilayah kita ini masih minim sekali. Kita sangat berharap instansi terkait bisa memperhatikan hal ini," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Berau, Ahmad Ismail mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengupayakan untuk pengadaan fasilitas kebersihan lewat anggaran perubahan, baik itu tempat sampah, bak sampah, ataupun motor sampah guna mendukung program kebersihan di Kabupaten Berau.

"Kita sedang mengusahakan untuk itu, semoga dianggaran perubahan tahun ini bisa lolos," ujarnya kepada beraunews.com, Selasa (23/8/2016).

Tak hanya Gunung Tabur, fasilitas kebersihan tersebut juga diupayakan untuk seluruh wilayah Kelurahan. Namun jika tidak dapat dianggarkan pada anggaran perubahan tahun ini, maka terpaksa dengan menggunakan anggaran tahun depan.

"Kalau tidak bisa tahun ini, apa boleh buat? Kita tunggu anggaran tahun depan untuk merealisasikannya," tambahnya.

Namun pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung dengan wacana penetapan Gunung Tabur sebagai kawasan cagar budaya, sehingga ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar tetap terjaga sebagaimana yang diharapkan.(mta)