Solar Tumpah Ke Sungai, BLH Belum Terima Laporan

TANJUNG REDEB – Bocornya pipa pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar milik PLN Segah tak terdengar oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Berau. Akibatnya, pihak BLH sendiri pun belum mengetahui kejadian tumpahnya solar tersebut ke dalam sungai di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah.

Kepala BLH, Zulkifli mengatakan, pihaknya belum tahu jika ada solar tumpah ke dalam sungai. Jika memang ada, pihaknya bisa mengambil langkah pemberitahuan kepada pemilik serta meminta pemilik melakukan pembersihan sisa-sisa solar yang tumpah tersebut.

"Laporannya belum ada ke kita, kalau ada pasti kita beri teguran pihak pemilik solar itu," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (15/8/2016).

BACA JUGA : Warga Kampung Gunung Sari Berebut Solar Di Sungai

Dikatakannya, jika memang kondisi tersebut berdampak buruk kepada masyakarat sekitar, pihaknya akan terjun ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan kajian terhadap kejadian itu. Namun, jika memang bisa diselesaikan dengan cara dibersihkan, maka pihaknya akan meminta perusahaan melakukan itu.

"Sejauh ini belum ada juga laporan apakah ada dampaknya terhadap kesehatan masyarakat atau lainnya, kalau ada laporkan, akan kita tidak lanjuti," katanya.

Zulkifli menambahkan, pembersihan pada sungai seperti itu memerlukan alat khusus. Sementara pihak BLH sendiri tidak memiliki alatya, dan jika memang terjadi insiden serupa, pihak BLH bisa meminjam ke pihak ketiga.

"Alatnya itu mahal juga, pernah sekali kejadian seperti itu di dalam kota. Tapi, kita atasi menggunakan alat milik pihak perusahaan," terangnya.

Ia berharap, kejadian seperti ini tidak lagi terjadi di Kabupaten Berau. Para pelaku usaha juga diminta agar lebih memperhatikan alat-alat yang mengandung bahan yang berpotensi membahayakan, agar tidak tercemar ke dalam sungai.

“Tak sedikit masyakarat kita masih memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, jadi jangan sampai ada hal-hal yang bisa mencemari ini," pungkasnya.(dws)