Turtle Foundation Bantu Speedboat Pengawasan Laut

TANJUNG REDEB – Masih tingginya pencurian telur penyu di sejumlah pulau yang masuk dalam kawasan konservasi dan menjadi rumah bagi penyu hijau dan penyu lainya bertelur, membuat keprihatinan tersendiri. Tak jarang, telur penyu diperjualbelikan hingga keluar kota meskipun secara tegas telah dilindungi.

Masih minimnya jumlah petugas pengawasan serta terbatasnya kendaraan operasional di laut tak dipungkiri menjadi salah satu alasan masih banyak pencuri telur penyu yang lolos dari pengawasan petugas.

Melihat kondisi tersebut, Turtle Foudation salah satu NGO internasional yang cukup kritis terhadap masa depan penyu hijau diperairan Berau memberikan bantuan kendaraan operasional berupa speedboat melalui Protection of Forest & Fauna (Profauna) Borneo.

"Jadi ini kendaraan operasional speedboat sumbangan dari Turtle Foundation untuk meningkatkan pengawasan terhadap pencurian telur penyu di kawasan konservasi," ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau, Fuadi kepada beraunews.com, Jum'at (12/8/2016).

Dengan datangnya 1 unit speedboat bantuan tersebut, jumlah kendaran operasional laut milik DKP yang digunakan untuk pengawasan bertambah manjadi 3 unit. Spedboat tersebut, selain digunakan oleh petugas DKP, juga digunakam Profauna.

"Jumlah ada 3 sekarang, namun demikian untuk mengakomodir pengawasan di laut Berau yang cukup luas ini, pihaknya mengajak peran serta nelayan dan motoris wisata untuk mencegah pelaku kejahatan laut," bebernya.

Fuadi mengharapkan, keterlibatan pihak asing dalam upaya pencegahan pencurian telur penyu serta kejahatan laut lainya, seperti bom ikan yang dapat merusak ekosistem bawah laut dapat dicegah dan dihentikan. Hal tersebut sangat perlu dilakukan, menyusul kerusakan ekosistem bawah laut yang terus terjadi dapat menghambat perkembangbiakan biota laut.

"Kurangi pengrusakan pesisir pantai, pengrusakan hutan mangrove. Mari kita jaga ekosistem bawah laut kita demi kehidupan yang labih baik," pungkasnya.(msz)