Maratua Galau Karena Sampah

MARATUA – Ditengah upaya mempromosikan objek wisata andalan yang ada, pemerintah daerah masih mempunyai pekerjaan rumah yang terlebih dulu harus dituntaskan. Salah satunya masalah sampah di wisata andalan seperti Pulau Maratua. Bagaimana tidak, sampah seakan tidak ada hentinya menghiasai sepanjangan bibir pantai pulau yang sedang dipersiapkan menjadi wisata mendunia.

Camat Maratua, Abdul Jabar mengungkapkan, jika selama ini masyarakat di Pulau Maratua sudah dapat memahami menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke laut. Hanya saat ini yang menjadi permasalahan, segala jenis sampah tersebut merupakan sampah kiriman dari luar yang terdampar di sepanjang pantai.

Bukan hanya sampah kiriman lokal dari pulau-pulau sekitarnya, baik sampah organik dan non organik, ternyata ada banyak sampah non organik yang berasal dari luar Indonesia.

“Sampah-sampah itu bukan karena ulah masyarakat saya. Itu merupakan sampah kiriman yang terdampar di pantai. Lihat saja sampah plastiknya, itu bukan produk Indonesia melainkan dari negara tetangga. Begitupun dengan sampah jenis kayu, batang dan ranting itu juga merupakan kiriman,” keluhnya saat dihubungi beraunews.com, Rabu (3/8/2016).

Meski demiian, Jabar mengakui, penanganan sampah di Maratua belum sepenuhnya maksimal. Namun pihaknya terus berupaya untuk meminimalisir sampah yang ada di Pulau Maratua tersebut dengan cara menyiapkan tempat sampah di masing-masing rumah warga dan terus melakukan berbagai kegiatan sosialisasi agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan disekitar mereka.

“Di Maratua sendiri sudah ada tempat penampungan sampah, namun itu belum  memadai. Untuk meminimalisir sampah yang ada, kedepannya kami ingin membentuk organisasi sendiri untuk menagani permasalahan sampah yang selama ini terjadi,” tuturnya lagi.

Saat ini juga pihaknya masih berupaya agar kebiasaan warga di Maratua untuk tidak membakar sampah di pulau terus dilakukan sejak adanya larangan membakar sampah sesuai dengan apa yang disampaikan dalam penyuluhan sampah yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) pekan lalu di Pulau Martua.

“Sudah ada larangan membakar sampah di pulau dan selama ini membakar merupakan pola lama. Namun ke depan kami akan terus upayakan agar mereka tidak lagi membakar sampah. Ada juga program dari BLH bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan akan membangun TPS 3R di pulau Maratua dan kami harap secepatnya terealisasi agar sampah di Maratua bisa dikelola dengan baik,” pungkasnya.(ea)