Dikritik Masyarakat Soal Amdal di Pulau Derawan, Ini Kata BLH

TANJUNG REDEB – Beberapa waktu lalu masyarakat mempertanyakan mengapa baru kini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Berau mengungkapkan, jika hampir seluruh bangunan hotel, penginapan (homestay) dan resort di Pulau Derawan tak kantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), terutama bangunan yang menjorok ke laut. Padahal, keberadaan bangunan tersebut sudah berdiri dan beroperasi sejak belasan tahun silam.

Menanggapi itu, Kepala BLH Berau, Zulkifli membantah jika pihaknya baru saat ini mengungkapkan hal tersebut. Pasalnya, sejak tahun 2014 lalu pihaknya sudah mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat setempat, tapi diduga tak ada yang mengindahkannya.

“Bukan baru sekarang, sejak 2014 lalu kami sudah sosialisasikan, ada semua kami pegang berkasnya. Kalau memang masyarakat mau lihat bukti kami sosialisasi 2014 lalu, silahkan ke kantor kami,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (2/8/2016).

Ditambahkannya, jika memang alasannya wisatawan lebih tertarik dan senang menginap di tempat yang dekat dengan pantai, bukannya sebelumnya sudah ada toleransi untuk mendirikan bangunan di sekitar pantai tapi tidak di atas pantai.

Kalau memang tidak diindahkan oleh masyarakat, maka akan berdampak pada abrasi karena arus air yang tidak stabil dan juga pasir tidak akan kembali atau yang ada semakin terkikis.

“Itu perlu dicermati oleh masyarakat, entah apakah sudah ada yang mengurus untuk izin-izin bangunan itu dengan kesempatan yang diberikan oleh Bupati, kalau yang lain itu kewenangan provinsi dan pusat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam akun Facebook bernama Samlis Sam. Ia mempertanyakan kenapa BLH baru tergerak untuk mengusut hal ini saat sudah marak bangunan (hotel, penginapan dan resort) di atas laut. Dirinya juga mengatakan, mengapa proses perizinan yang diurus pemilik hotel, penginapan dan resort harus dipersulit, akibatnya mereka (pemilik) enggan mengurus perizinan.

Hal senanda diutarakan akun Facebook Herry Gunawan, menurutnya BLH telah berulang kali melakukan kunjungan dan sosialisasi masalah sampah dan Amdal bagi pemilik hotel, penginapan dan resort yang ada di pulau wisata terkhusus di Derawan, namun sampai saat ini belum ada jalan keluar yang dihasilkan.

Bukan hanya akun facebook bernama Harry Gunawan dan Samlis Sam, namun akun lainnya Yudi Prayetna juga memberikan opininya terhadap ungkapan BLH tersebut, menurutnya BLH perlu kembali melakukan sosialasi yang menyuluh kepada masyarakat yang ada di wilayah pulau wisata terkait Amdal.

“Pemerintah Kabupaten Berau yang membidangi ini harap turun ke lapangan jangan menunggu bola, mereka di gaji untuk membina bukan membinasakan dan dengan adanya pemberitaan seperti itu apakah pemerintah daerah tidak malu,” tegasnya.(dws)