Dari Mana Material Rumah Beton Derawan?

PULAU DERAWAN – Selain disebabkan oleh arus angin akibat cuaca, ternyata abrasi di Pulau Derawan juga disebabkan ulah tangan manusia sendiri dengan melakukan eksploitasi pasir. Hal itu diungkapkan petugas konservasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) di Pulau Derawan, Ading Kurniadi kepada beraunews.com, Selasa (2/8/2016).

Dikatakakannya, dahulunya masyarakat di Pulau Derawan sebagian besar mengambil pasir di pantai Derawan sebagai material membangun rumah beton. Mengambil pasir dipantai itu sendiri, bisa saja berdampak pada abrasi yang terjadi di Pulau Derawan.

“Sekarang di Pulau Derawan sendiri telah banyak bangunan beton yang secara otomatis menggunakan pasir. Sebagian dari mereka dahulunya mengambil pasir di pantai Derawan sendiri dan itu berdampak buruk bagi ekosistem lingkungan disini,” ungkapnya.

Ading mengakui jika sekarang ini sudah tidak ada lagi warga Derawan yang mengambil pasir di pantai Derawan jika ingin membagun rumah beton atau sebaginya. Meski demikian, pihaknya terus memantau untuk mengantisipasi adanya oknum yang mengambil pasir di pantai.

“Itu dulu, tapi sejauh ini menurut pengamatan kami sudah tidak ada lagi warga yang mengambil pasir di pantai Pulau Derawan. Meski demikian, hal itu terus kami pantau agar tidak terjadi lagi dan kalau ada pasti kami laporkan,” bebernya.

Terkait menjamurnya resort dan penginapan yang tepat berdiri di atas air, Ading mengatakan, sama sekali tak mempengaruhi terjadinya abrasi Pulau Derawan. Justru, dinilainya, keberadaan bangunan-bangunan tersebut mampu mencegah terkikisnya pantai.

“Bangunan-bangunan yang berdiri di atas air itu justru mampu menahan pasir dari sapuan ombak, sehingga keberadaan bangunan tersebut bisa mengantisipasi terjadinya abrasi yang semakin besar,” pungkasnya.(ea)