Derawan Terancam Hilang

PULAU DERAWAN – Pulau Derawan terancam hilang, seiring abrasi yang menggerus pantai setiap tahun. Faktanya, Pulau Derawan mengecil setiap tahun dengan indikator hilangnya bangunan serta jajaran pohon kelapa yang berada di pinggir pantai beberapa tahun terakhir. Seperti di wilayah pantai utara dan pantai timur Pulau Derawan memperkuat ancaman hilangnya pulau wisata andalan Kabupaten Berau ini.

Menurut keterangan petugas konservasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) di Pulau Derawan, Ading Kurniadi, dari tahun ketahun lahan Derawan terus mengalami penyusutan. Hal itu diketahui berdasarkan pengamatannya selama dua tahun bertugas di Pulau Derawan. Selain itu, juga berdasarkan sejarah Derawan, diketahui ukuran pulau ini terus menyusut setiap tahun.

“Dulu ada keluarga Tan Mei yang tinggal di sini (Pulau Derawan-red) antara tahun 1967-1968 mengukur lahan di sini. Saat itu, luas lahan Pulau Derawan 44,7 hektar, saat ini kita tidak tahu luas lahannya berapa,” ucapnya saat berbincang bersama beraunews.com, Minggu (31/7/2016) kemarin.

Ading juga menjelaskan, terjadinya abrasi ini disebabkan beberapa faktor salah satunya kondisi cuaca. Setiap tahunnya kurang dari 4 meter pantai di Derawan terkikis akibat abrasi. Terjadinya abrasi yang kian membuat Pulau Derawan memprihatinkan tidak membuat masyarakat merasa cemas dan tidak pernah melakukan upaya apa pun untuk mengantisipasi terjadinya abrasi tersebut.

“Selain SDM yang rendah, mereka juga sama sekali tidak terusik dan terganggu dengan kondisi Derawan yang mengalami abrasi. Pihak aparat kampung juga hingga saat ini belum pernah melakukan upaya apa pun. Saya tidak tahu kenapa seperti itu, apakah mereka tidak mengerti karena bukan bidangnya atau ada hal lain. Dulu masih zamannya pak Masjuni menjadi Bupati pernah ada upaya membuat tanggul pemecah gelombang di laut, tapi sampai sekarang tidak terealisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, dari hasil data konservasi yang telah dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau pada tahun 2010, luas lahan Pulau Derawan saat ini 38 hektar. Sementara, luas lahan Pulau Derawan terakhir diukur tersisa 34 Hektar.

“Luas lahan Pulau Derawan dari data hasil konservasi kami di tahun 2010 lalu, sekitar 38 hektar. Beberapa hari yang lalu saya berbincang dengan Kepala Kampung membahas soal abrasi di sana dan mereka mengatakan jika luas lahan Pulau Derawan sekarang ini seluas 34 hektar,” tutur Kabid Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP Berau kepada beraunews.com saat ditemui diruang kerjanya, Senin (1/8/2016).

Melihat luas lahan Pulau Derawan yang kian menyusut besar kemingkinan pulau yang menjadi obyek wisata unggulan Kabupaten Berau akan hilang akibat abrasi. Hingga saat ini tidak ada yang bisa memastikan sampai kapan Pulau Derawan akan bertahan.(ea)