Waspada, Ini Rawan Bencana Di Berau

TANJUNG REDEB – Secara geografis, Kabupaten Berau memang tidak memiliki potensi bencana seperti banjir bandang, longsor atau gurung berapi, tapi ada potensi kerawanan lain yang bisa merenggut nyawa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Mahdi Hasan, mengingatkan kepada seluruh masyarakat Berau untuk mewaspadai potensi ini. Pertama menurutnya adalah kebakaran. Musibah ini sudah sempat memakan korban nyawa saat kebakaran terjadi di Kecamatan Talisayan beberapa bulan lalu.

“Masyarakat harus waspada potensi ini, karena tidak kenal tempat, kota atau di kampung sama saja potensi terjadinya sama besar dan bisa menelan kerugian sangat besar,” pesannya.

Pesan itu tidak hanya berlaku untuk kerawanan di pemukiman warga, akan tetapi mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan. Seperti musibah asap pada tahun 2015 lalu, Berau menjadi salah satu Kabupaten yang menjadi penyumbang asap di Kalimantan.

Korban nelayan hanyut, ternyata masuk dalam pesan yang disampaikan BPBD. Sebab kasus-kasus hilangnya nelayan atau warga yang menggunakan transportasi laut, juga masuk dalam perhatian. Mengingat akhir-akhir ini ada beberapa kejadian atau musibah seperti kebakaran, nelayan hilang ataupun anak-anak yang meninggal tenggelam di sungai. Menurut Mahdi, banyaknya musibah yang terjadi sebagian besar dikarenakan kelalaian dan sifat ceroboh.

"Memang kita akui musibah sulit untuk kita prediksi. Tetapi kebanyakan musibah itu datang akibat kelalaian kita sendiri," ujarnya pada beraunews.com baru-baru ini.

Untuk menghindari kejadian serupa, dirinya berpesan kepada masyarakat untuk selalu waspada, terutama terhadap terjadinya kebakaran. Disamping itu, dirinya juga meminta kepada para orang tua, khususnya yang tinggal disekitar bantaran sungai, untuk selalu mengawasi buah hatinya agar tidak bermain air di tepi sungai.

"Jangan meninggalkan rumah ketika api masih menyala, instalasi listrik trus diperhatikan jangan sampai memicu korslet. Disamping itu, orang tua yang tinggal di tepi sungai untuk tidak membiarkan anaknya bermain di sungai, terlebih anak itu tidak lihai berenang. Kita hanya ingin mengantisipasi jangan sampai menyesal nantinya," bebernya.

Terakhir, potensi longsor kecil untuk kawasan yang ada di tebing sungai juga areal-areal tambang perlu mendapat perhatian bagi warga dan pekerja.(hir)