Terpaksa Pinjam Lahan Untuk Konservasi Penyu

PULAU DERAWAN – Persoalan keterbatasan lahan untuk konservasi penyu di Pulau Derawan masih menjadi salah satu prioritas Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup (KSDA dan PKLH) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Berau. Belum adanya lahan permanen memaksa BLH dan pihak terkait harus segera mencarikan solusi. Saat ini, pusat konservasi penyu masih menggunakan lahan milik warga yang terbatas untuk menampung telur penyu yang terus bertambah.

Kabid KSDA dan PKLH BLH Berau, Masrani mengatakan, jika pihaknya sudah menemukan lokasi baru untuk kegiatan konservasi penyu di Pulau Derawan. Pencarian lokasi baru tersebut terus diupayakan pihaknya setelah munculnya pemberitaan terkait kurang maksimalnya lokasi konservasi yang saat ini berada di kediaman Ading Kurniadi selaku petugas konservasi penyu di Pulau Derawan yang ditunjuk BLH.

“Kita sudah meninjau lokasi tempat dimana pusat konservasi penyu akan dilakukan. Lahan itu merupakan milik pengusaha penginapan dan kita sudah berkoordinasi dengan mereka dan siap untuk menyisihkan sedikit lahannya untuk kegiatan konservasi. Ini jalan satu-satunya untuk mendapatkan lahan baru karena Pemkab sendiri sudah tidak memiliki lahan di Derawan,“ ungkapnya kepada beraunews.com baru-baru ini.

Dikonfirmasi terpisah, Petugas Konservasi BLH, Ading Kurniadi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, saat ini memang sudah ada lahan yang dinilai cocok. Hanya saja, pemilik lahan masih menunggu surat permintaan dari BLH agar lahan tersebut bisa segera digunakan. Adapun luas lahan yang diperlukan sekitar 4 x 8 meter atau 4 x 6 meter.

“Lahannya sudah siap, hanya tinggal menunggu surat permintaan dari BLH. Jika sudah, maka kita siap untuk membuat hatchery (lahan konservasi-red) baru di lokasi tersebut. Saya dengar surat permintaan itu akan segera menyusul setelah tim BLH turun langsung meninjau lokasi lahan baru tersebut beberapa hari yang lalu,” pungkasnya.(ea)