Ibarat Jerawat Batu Pada Wajah Cantik

PULAU DERAWAN – Sampah tampaknya masih menjadi permasalahan serius yang sering menghiasi bibir pantai Pulau Derawan. Tak hanya sampah kayu dan ranting, ternyata sampah plastik dan benda lainnya juga masih terlihat di pantai dan air laut sekitar pulau.

Sampah yang ada ibarat jerawat batu pada wajah yang cantik. Meski masih cantik, namun tak jarang membuat orang berkomentar miring “cantik-cantik kok jerawatan”. Begitu pula dengan komentar wisatawan yang datang ke ikon wisata andalan Berau tersebut.

Padahal persoalan sampah ini sudah sejak lama muncul, namun belum mendapatkan perhatian yang serius. Tak hanya pemerintah, warga yang menjadi bagian dari persoalan sampah ini juga belum memberikan dampak pencitraan yang baik bagi Pulau Derawan.

Sampah kayu, plastik dan benda lainnya juga bisa merusak alat transportasi speedboat. Selain itu, bisa membahyakan wisatawan yang sedang melakukan snorkeling dipermukaan laut.

Khusus sampah kayu, memang merupakan persoalan klasik yang kesalahannya tak bisa dialamatkan kepada warga setempat. Namun hal ini membutuhkan perhatian Pemkab Berau, instansi terkait dan juga pemerintahan kampung untuk penanganannya.

Sedangkan untuk sampah plastik dan benda lainnya, jika sebelumnya ada sanggahan jika banyaknya sampah jenis ini akibat wisatawan yang membuang sampah sembarangan, terlebih momennya memang musim liburan seperti Idul Fitri kemarin. Namun pasca liburan, di musim pengunjung sudah sepi, ternyata sampah tersebut masih ada.

Beruntung ada sukarelawan anak-anak setempat yang tergabung dalam Kumpulan Anak Peduli Pantai yang rutin melakukan kegiatan bersih-bersih pantai. Sekelompok anak yang lebih peduli, lebih komitmen dan lebih berani tampil di depan untuk mengeksekusi batang dan ranting pohon yang menjadi sampah di pantai.

“Setiap saat kami bermain di pantai bersama, tapi kami tidak diam begitu saja jika pantai kami ada sampahnya. Sambil bermain, sampah yang ada pun kami kumpulkan,” tutur Firman, salah satu Anak Peduli Pantai saat ditemui beraunews.com, Sabtu (29/7/2016).

Pantauan beraunews.com, satu persatu batang dan ranting kayu di pantai diangkat menjauh dari bibir pantai dan dikumpulkan di daratan. Selanjutnya, sampah kayu tersebut akan diangkut dan dibawa ke tempat pembuangan sampah.

“Ada banyak nih tadi batang kayu kita angkat naik. Kami berjalan disepanjang pantai bermain bersama dan jika ada batang kayu kami angkut menjauh dari pantai. Nanti kayu ini kami angkut menggunakan gerobak ke tempat penampungan sampah,” ucapnya kembali sambil berjalan bermain bersama teman-temannya.

Komunitas Kumpulan Anak Peduli Pantai ini merupakan anak-anak Sekolah Dasar di Pulau Derawan. Anak-anak ini merupakan binaan aparat kampung setempat sebagai upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan di Pulau Derawan.

Wisatawan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, salut melihat apa yang dilakukan anak-anak di Pulau Derawan. Dirinya meyakini dengan adanya mereka, maka sampah di pantai Pulau Derawan akan bisa teratasi.

“Saya salut melihat mereka, dengan usia seperti itu mereka mempunyai kepedulian terhadap lingkungan. Tadi sempat bantuin sebentar dan saya yakin kedepannya warga di Derawan akan lebih peduli dengan lingkungan lantaran keberadaan perkumpulan itu,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Saifullah, warga setempat pada tanggal 23 Mei 2016 atas kesadaran sendiri membentuk Kumpulan Anak Peduli Pantai, yang beranggotakan siswa siswi SDN 001 Pulau Derawan. Tujuan didirikannya perkumpulan ini untuk membebaskan Pulau Derawan dari persolan sampah. Sejak berdirinya perkumpulan ini, setiap minggunya, 45 orang anggota perkumpulan aktif berpatroli guna memungut sampah yang ada di kawasan wisata itu.(ea)