Tim Penilai KLHK Verifikasi Hutan Desa Merabu

KELAY – Tim penilai lomba hutan desa tingkat nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) didampingi The Nature Conservancy (TNC) Berau melakukan verifikasi di Desa Merabu.

Program Senior Manager The Nature Conservancy (TNC) Berau, Saipul Rahman mengatakan, tim penilai dari kementerian saat ini sudah berada di Kampung Merabu untuk melakukan verifikasi terkait pengelolaan hutan desa tersebut. Beberapa penilaian yang dilakukan seperti pengelolaan, pengamanan, pemanfaatan dan pengembangan eko wisata serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

“Tim turun kesana untuk mengecek hutan Desa Merabu. Selain itu, tim mengecek program-program lembaga masyarakat yang ditunjuk sebagai pengelola hutan desa tersebut apakah berjalan atau tidak,” jelasnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, Kerima Puri adalah lembaga masyarakat yang memiliki SK dari Kepala Kampung sebagai pengelola hutan desa tersebut. Selain itu, Kerima Puri juga sudah mengantongi penetapan area kelola sebesar 8.245 hektar dari KLHK yang diajukan melalui pemerintah daerah. Bahkan, Kerima Puri telah mengantongi ijin kelola hutan desa dari Gubernur Kaltim yang terbit pada tanggal 24 Agustus 2015 lalu.

“Tim juga melakukan verifikasi apakah lembaga yang ditunjuk sebagai pengelola hutan tersebut sudah menjalankan tugas dengan benar dan juga meninjau apakah program-program yang sudah dibuat berjalan dengan lancar apa tidak,” katanya lagi.

Untuk diketahui, kawasan hutan Desa Merabu merupakan bagian Hutan Lindung Nyapa yang juga merupakan bagian dari kawasan ekosistem esensial karst Sangkulirang Mangkalihat, saat ini tengah diusulkan sebagai warisan dunia (world heritage) karena terdapat goa-goa yang mempunyai gambar prasejarah.

“Hutan Desa Merabu dan sekitarnya merupakan penghasil sarang burung walet terbesar di Berau dan Kutai Timur. Karena merupakan kawasan bentang alam karst, maka terdapat banyak lokasi yang panoramanya sangat Indah dan menakjubkan dan juga merupakan daerah penghasil madu hutan, dalam satu kali panen raya, potensi madunya mencapai 3.000 liter,” bebernya.

Saipul menambahkan, setelah verifikasi di hutan Desa Merabu selesai dilaksanakan, tim akan menemui Bupati Berau, Muharram untuk melanjutkan verifikasi terkait dukungan Pemkab Berau terhadap hutan desa tersebut.

“Rencananya besok tim akan kembali dari Merabu dan mendatangi Bupati Berau, untuk meninjau sejauh mana dukungan Pemkab terhadap hutan desa kita itu. Saya berharap Hutan Desa Merabu bisa menjadi juara nasional,” pungkasnya.(dws)