Ini Kabar Terbaru Investasi Industri Semen Triliunan Rupiah di Teluk Sumbang

 

SAMARINDA – Lama tak terdengar kelanjutan rencana pembangunan industri semen yang dilakukan PT Semen Kalimantan Timur (SKT) di Kampung Teluk Sumbang Kecamatan Biduk-Biduk, apakah masih terus berlanjut atau tidak. Bahkan, banyak pihak menilai, bahwa investasi bernilai sekitar 5 triliunan rupiah tersebut "macet" dan tidak berlanjut.

Seperti diketahui, PT SKT hanya tinggal menyelesaikan kerangka acuan amdal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) provinsi kalimantan timur agar dapat mengantongi izin perindustrian.

Perwakilan manajemen PT SKT, Taufik Hidayat saat dihubungi beraunews.com mengatakan, investasi tetap berjalan sesuai dengan rencana. Lanjut dijelaskannya, pada agustus 2017 lalu, pada saat penyusunan kerangka acuan AMDAL, salah satu masukan dari tim amdal yakni menunggu rekomendasi dari kementerian Kelautan dan Perikanan terkait pelabuhan khusus PT SKT.

Disamping itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Berau, maupun ke dinas kelautan dan Perikanan Provinsi KalTim. Tak sampai disitu, pihaknya juga menindak lanjuti hingga ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Dirjen Pengelolaan Ruang Laut terkait hal tersebut.

"Saran dari Tim Teknis DLH setidaknya harus menunggu jawaban tertulis dari Kementerian Kelautan. Disisi lain, Pokja dari DKP Kaltim, dalam waktu dekat akan berkoordinasi ke Kementerian Kelautan berdasarkan hasil rapat di DPMPTSP KalTim pada 19 Desember 2017," terangnya pada Selasa (09/01/2018)

Ia mengatakan, berdasarkan Kepmen 87 Tahun 2016, kewenangan pengelolaan Kelautan dan Perikanan sudah diserahkan ke Provinsi, melalui DKP Kaltim. Meskipun, pihaknya sudah berkonsultasi ke Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan. hanya kata dia, pemprov belum memiliki aturan yang mengatur, dan baru mau menyusun Rencana Zonasi Kelautan.

"Kami berharap tim Pokja Kelautan dan Perikanan Provinsi segera dapat berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan," ujarnya.

Ketika ditanya, apakah ada tenggat waktu khusus atau sampai kapan hal itu selesai, dirinya menyampaikan, pihaknya masih masih menunggu sampai akhir bulan ini.

"Selambat-lambatnya Februari mendatang baru kita mengambil sikap. Kami sangat berharap, iklim investasi dapat berjalan secara kondusif. Sehingga, memberikan kepastian dan jaminan terhadap dunia usaha," pungkasnya.(Hendra Irawan/bnc)