Pencurian Telur Penyu Makin Marak, Pemkab Akan Temui Menteri Susi

 

TANJUNG REDEB – Pencurian telur penyu di Kabupaten Berau, dalam 3 bulan terakhir pun pencurian telur penyu meningkat drastis. Hal ini jelas akan berdampak pada populasi hewan yang menjadi ikon Berau tersebut. Dengan kondisi tersebut, Pemkab Berau berencana akan melaporkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Untuk mencari solusi permasalahan yang ada, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengundang Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, Perwakilan ProFauna, Bayu Sandi, dan Camat Pulau Derawan, Kudarat untuk rapat di ruang kerja Wakil Bupati.
 
Ditemui usai rapat, Yunda Zuliarsih mengatakan, pihaknya mendapat laporan terkait penjualan telur penyu dengan harga yang cukup murah, yang biasanya Rp10.000 kini bisa menjadi Rp4.000 per telurnya.
 
"Penjualannya juga tidak sembunyi-sembunyi seperti dulu, malah sekarang dari pintu ke pintu. Dengan kondisi ini jelas membuat masyarakat geram apalagi mereka yang jelas-jelas mendukung konservasi penyu," ungkapnya.
 
Diketahui, Berau merupakan tempat habitat penyu terbesar di Asia. Untuk menjaga populasi penyu tetap terjaga, Wabup juga meminta agar pihak-pihak yang hadir dalam rapat bisa mengambil langkah-langkah pengawasan agar menekan angka pencurian telur penyu.
 
"Kalau dari informasi, telur penyu ini didapat dari Sangalaki, tapi kita yakin kalau ini diambil dari beberapa pulau yang memang menghasilkan telur," ujarnya.
 
Dalam upaya menjaga kelestarian penyu ini juga, Pemkab berencana akan melayangkan surat kepada polisi dan TNI untuk membantu. Tak hanya itu, direncanakan Pemkab juga akan menemui Menteri Susi untuk melaporkan kondisi yang terjadi saat ini.
 
"Tahun 2014 lalu Pemkab pernah meminta pengelolaan Pulau Sangalaki dan Semama, tapi sampai sekarang belum ada informasi lanjutan atau kejelasannya," pungkasnya.(bnc)
 
Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia