Atasi Sampah di Pulau Derawan, Ini yang Akan Dilakukan

 

TANJUNG REDEB- Permasalahan sampah di Pulau Derawan, Kecamatan Pulau Derawan sudah sejak lama memerlukan penanganan. Masyarakat pun sempat dilema untuk membuang sampah karena tak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

BACA JUGASampah Di Derawan Sudah Kronis

Namun dalam kunjungannya, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo melakukan sosialisasi dan bertemu dengan beberapa elemen masyarakat dan pemerintah kampung, dan menemukan solusi atau opsi sementara penanganan sampah, yakni dengan membakar sampah rumah tangga.

Agus Tantomo, mengatakan jika selama ini keluhan masyarakat Pulau Derawan tak lain adalah permasalahan sampah, karena memang tak ada tempat pembuangan, sementara produksi sampah terus meningkat setiap tahun.

"Jadi dari hasil pertemuan tadi sudah disepakati untuk saat ini akan menggunakan pola dibakar menggunakan incenerator," ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (15/08/2017).

Sebelumnya memang fasilitas incenerator tidak difungsikan karena keterbatasan daya listrik, namun dengan adanya pola alternatif nanti diharapkan ke depannya tidak ada lagi keluhan permasalahan sampah di daerah wisata Pulau Derawan ini.

 

Wabup menambahkan, jika penerapan pola tersebut untuk jenis sampah baik organik maupun non organik. Untuk petugas sendiri direncanakan akan direkrut dua orang warga di setiap RT, agar sampah bisa dikontrol.

Terkait retribusi sendiri akan dikenakan biaya sebesar Rp20 ribu per bulan untuk rumah tangga, dimana pungutan ini nantinya untuk biaya jasa petugas kebersihan dan lainnya.

"Untuk losmen atau penginapan dipungut biaya sebesar Rp10 ribu per kamar setiap bulan, sementara untuk resort dikenakan biaya kebersihan sebesar Rp20 ribu per kamar per bulan," bebernya.

Agus juga menginstruksikan agar aparat kampung mengerahkan masyarakat untuk melakukan pembersihan di sekitar lokasi lapangan Pulau Derawan.

“Saya minta aparat kampung bersihkan sampah yang ada, dan tadi sudah janji dalam waktu 1 minggu ke depan akan dilakukannya,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia