Izin Pengelolaan Limbah B3 Terus Meningkat

 

TANJUNG REDEB – Banyaknya industri di Kabupaten Berau, mengakibatkan meningkatnya jenis usaha yang menghasilkan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3), sehingga berdampak pada jumlah izin yang harus dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau.

Padahal, untuk mengeluarkan izin tersebut tidak bisa sembarangan, mengingat limbah kategori itu berbahaya jika salah dalam penanganannya, lantaran adanya unsur kimia yang tidak bisa diurai oleh alam.
 
Kepala DLHK Berau Zulkifli, melalui Kabid Kebersihan Limbah B3, Junaidi mengatakan, industri yang paling banyak menghasilkan limbah B3 adalah pertambangan, disusul perbengkelan, rumah sakit, serta usaha lain yang menggunakan bahan-bahan kimia sebagai penunjang pekerjaan.
 
“Oleh karena itu, pengelola harus betul-betul memperhatikan aspek pengelolaan limbah yang baik dan benar, sesuai asas lingkungan sebagai upaya mereduksi pencemaran akibat limbah B3,” tuturnya saat ditemui beraunews.com, di ruang kerjanya, Kamis (10/08/2017).
 
Ditambahkannya, berdasarkan data, hingga Agustus 2017 ini, sudah ada sekitar 71 izin usaha yang mengasilkan limbah B3 di Berau, dan angka tersebut terus bertambah seiring pesatnya pertumbuhan industri berbagai bidang, khususnya yang menghasilkan limbah.
 
“Jadi untuk data perizinan yang kami tahu hanya 71 yang sudah mendapat izin dari Bupati langsung. Dan mengenai manajemen pengelolaannya kami juga sudah pantau, semisal seperti di rumah sakit yang otomatis juga menghasilkan limbah berupa sisa obat-obatan yang tidak boleh sembarangan dibuang,” jelasnya.
 
Junaidi juga mengatakan, saat ini angka tersebut diprediksi akan bertambah, melihat dari daftar perizinan yang masih banyak masuk ke DLHK. Sedangkan untuk peninjauan sekaligus sosialisasi juga sudah dilakukan meskipun hanya sekadar mengingatkan kepada pengelola industri agar lebih memperhatikan terkait limbah B3 itu.(bnc)
 
Wartawan: Rama Sihotang/Editor: Rita Amelia