Ikan Keramba Mati Mendadak, DKP Berau Akan Uji Penyebabnya

 

TANJUNG REDEB – Laporan pemilik keramba terkait kematian ikan secara mendadak sejak beberapa minggu, mendapat respon dari Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Berau.

Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha (P2U) DKP Berau, Ramli, ketika ditemui beraunews.com, Selasa (08/08/2017) mengatakan, laporan warga ini akan kita tindaklanjuti dengan melakukan pengamatan secara morfologi. Pengamatan morfologi dimaksudkan untuk mengetahui bentuk organisme, terutama hewan dan tumbuhan yang mencakup bagian-bagiannya terkait penyebab kematian ikan disana.

“Kalau kematian ikan, di perairan umum seperti halnya di keramba, penyebabnya antara lain karena terjadi penurunan kualitas air, atau nanti kita akan melakukan pengamatan secara morfologi,” ucapnya.

BACA JUGA : Ikan-Ikan di Keramba Mati Mendadak, Kenapa Ya?

Ia juga mengatakan, jika memang kematian ikan-ikan di keramba karena adanya penurunan kualitas air, tentu akan dilaksanakan penelitian terlebih dahulu, apakah benar penyebabnya karena adanya limbah atau ada hal lain yang menyebabkan ikan-ikan tersebut mati secara masal.

Dilihat dari kondisi ikan yang mati, pemilik keramba mengatakan jika insang ikan yang mati tersebut seperti mengandung lumpur, dan tidak diketahui secara pasti penyebab lumpur yang mengendap di insang ikan tersebut.

Selain itu, dikatakan Ramli juga, penyebab lainnya bisa saja karena adanya tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di sekitaran keramba, serta bakteri yang kemudian menghambat pernapasan sejumlah ikan.

“Bisa saja lumpur-lumpur yang mengendap di insang ikan itu disebabkan tumbuhan yang berkembang biak di sana, dan akhirnya menghambat pernapasan ikan tersebut,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia