Ikan-Ikan di Keramba Mati Mendadak, Kenapa Ya?

 

TANJUNG REDEB – Pemandangan tak sedap dijumpai di sejumlah keramba yang berada di Jalan Bujangga, Tanjung Redeb, lantaran ada sekumpulan ikan yang ditemukan dalam keadaan mati.

Pemilik keramba di sana pun bertanya-tanya, mengapa hal tersebut dapat terjadi, padahal pemberian makan dilakukan teratur, bahkan ikan di sana pun sering dikasih vitamin untuk kesehatannya.
 
“Saya kurang tahu secara pasti penyebabnya apa, tetapi dari kondisi bibit yang kami berikan telah dipilih yang menurut kita baik, bahkan dari pangan yang dibeli dan produksi pun telah terjamin kualitas kebersihannya. Kandungan proteinnya bagus," ungkap salah satu pemilik keramba, Irwan, yang ditemui beraunews.com, Senin (07/08/2017).
 
Ia juga menduga penyebab kematian ikan-ikan di sekitaran sini, dikarenakan banyaknya pencemaran dan kandungan minyak di kawasan sungai.
 
“Menurut saya bisa saja karena adanya minyak oli dan solar yang mencemari air di sini, mungkin dari pihak terkait dapat melakukan penelitian terlebih dahulu, apakah benar airnya tercemar atau tidak,” duganya.

 

Dikatakannya pula, kematian ikan-ikan ini diketahuinya sejak seminggu terakhir bulan Juli kemarin. Adapun jumlah ikan yang mati sekitar puluhan, bahkan ratusan ekor. Nila dan Mas adalah jenis ikan yang kerap mati di keramba ini.
 
“Ikan-ikan yang mati tadi mau tidak mau kita buang saja, selain Nila dan Mas kadang juga kami jumpai ikan jenis Patin. Kondisi ikan yang mati tersebut jika dilihat secara dekat, insangnya seperti mengandung lumpur,” ungkap Irwan.
 
“Dari segi penghasilan pun menurun, apalagi yang mati adalah ikan yang siap jual. Tinggal dari Dinas Perikanan kira-kira apa solusi yang akan dilakukan nanti,” tambahnya.
 
Sependapat dengan Irwan, Udin, pemilik keramba lain, juga mengungkapkan hal yang sama. Kematian ikan-ikan tadi diduga berasal dari air yang tercemar tadi.
 
“Kita tidak tahu dari mana asalnya minyak-minyak yang mencemari, tetapi kita sebagai pemilik keramba mengharapkan jika pemerintah dapat memperhatikan hal ini. Untuk saat ini, kita di sini hanya berusaha untuk mencari obatnya, entah itu ada atau tidak, tapi tetap kita cari usaha bagaimana untuk meminimalisir angka kematian ikan di sini,” tutupnya.(bnc)
 
Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: Rita Amelia