Diperlakukan Kejam Hingga Mati Terkena Baling-Baling Speedboat, Penyu Terancam Punah!!!

 

PULAU DERAWAN – Tak sebaik nasibnya yang menjadi maskot Kabupaten Berau, pada kenyataannya penyu terus mengundang keprihatinan. Bagaimana tidak? Selain beberapa kali mendapat perlakuan kejam oleh tangan-tangan jahil, kembali penyu di Pulau Derawan terancam keberadaannya.

Seekor penyu ditemukan warga tak bernyawa diduga akibat terkena baling-baling speedboat. Kejadian tak mengenakkan tersebut diunggah ke media sosial oleh akun facebook Harry Gunawan, dengan menyertakan foto penyu yang telah mati.

“Mungkin sekitar 40 tahun atau lebih usia penyu ini. Andai saja ia masih dapat berenang dan bernapas seperti kemarin, mungkin ia bisa sampai di usia 100 tahun lagi. Namun hari ini, usianya telah sampai. Hari ini, kita (Pulau Derawan) kehilangan salah satu bagian dari identitas pariwisatanya. Sudah barang tentu, kita semua (yang hidup, tinggal dan mencari nafkah) di sini tahu betul bahwa begitu banyak penyu jinak yang tersebar dan ada di sini mungkin sebelum kita dilahirkan. Semoga ini menjadi penyu terakhir yang mati, karena terkena baling-baling speedboat. Kawan, mari kita lebih care (peduli-red) lagi dalam keseharian dan kegiatan kita. Agar mereka akan terus ada di sini hingga kita digantikan anak cucu kita nanti untuk meneruskan apa yang kita lakukan hari ini untuk mereka. Salam damai,” tulisnya, Rabu (02/08/2017).

Atas postingannya, pemilik akun facebook Harry Gunawan, yang kemudian dihubungi beraunews.com, membenarkan hal tersebut. Ia mengakui penyu mati pada foto yang ia posting di akun facebooknya memang mati akibat terkena baling-baling speedboat. Bahkan menurutnya hal itu bukan hanya kali ini terjadi, namun sudah yang kesekian kalinya.

“Ini sudah jadi hal yang biasa terjadi di Pulau Derawan, penyu mati karena terkena baling-baling speedboat. Resikonya kalau tidak mati ya cacat. Makanya kita harus lebih berhati-hati lagi sebelum menjalankan mesin speedboat, amati dulu sekitar. Jangan sampai penyu yang jadi ciri khas Berau justru habis mati karena kita sendiri,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: Rita Amelia