PLTMH Tembudan Nyala, DPRD Tetap Lakukan Kajian

BATU PUTIH – Meski Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Kampung Tembudan telah menyala, pihak DPRD akan tetap melakukan peninjauan lebih lanjut terhadap penyusutan debit air yang menjadi sumber PLTMH. Sebab, persoalan utama dan bisa menjadi masalah dimasa mendatang adalah berkurangnya debit air yang menjadi sumber daya PLTMH itu.

Wakil Ketua DPRD Berau, Sa'ga saat dikonfirmasi beraunews.com menyebutkan, dengan sudah beroperasinya PLTMH di Tembudan pihaknya sudah cukup puas. Kendati demikian, pihaknya akan tetap melakukan kajian-kajian terkait penyebab berkurangnya debit sungai yang menjadi pembangkit PLTMH.

Dijelaskan, dalam kunjungan lapangan pihaknya sebenarnya meminta ke tiga perusahaan, yakni PT Jabontata Eka Karsa (JEK), PT Sumalindo Lestari Jaya (SLJ), dan PT Swadaya Perkasa (SP), turut berpartisipasi mempertahankan sumber yang ada. Terutama membantu jika debit air sungai tidak lagi mampu menggerakkan mesin PLTMH.

"Yang jelas kita perlu mengkaji lagi, apakah pengurangan debit air itu disebabkan kemarau atau memang karena aktivitas perusahaan-perusahaan disana," ungkapnya, Jum'at (01/07/2016).

Seperti temuan ketika pihaknya melakukan kunjungan ke PT JEK awal Juni lalu. Disana mereka melihat ada anak sungai yang mengering serta danau yang luasnya sekitar dua hektar juga mengering. Hal itu dikatakan Sa'ga akan diminta penjelasan dari pihak perusahaan.

Karena menurut Sa'ga, seharusnya sumber mata air harus ada buffer zone (zona penyangga). Sementara danau yang berada di wilayah PT JEK tidak memiliki buffer zone, bahkan pohon sawit hanya berada sekitar 30-40 meter, dan berdasarkan Amdal sudah tidak sesuai.

"Kita meminta pihak perusahaan untuk mengkaji lagi, jangan sampai kembali terulang. Kita juga antisipasi kedepannya agar mata air yang jadi sumber PLTMH, tidak bermasalah akibat aktivitas perusahaan yang tidak sesuai dengan Amdal. Memang perlu ada ketegasan pada perusahaan ini. Tidak hanya Jabontara, tapi semua perusahaan yang beraktivitas di sana seperti Sumalindo dan Swadaya," tandasnya.(hir)