Kurangi Aroma Tak Sedap TPA, Ini yang Dilakukan DLHK

 

TANJUNG REDEB – Guna mengurangi aroma tak sedap yang muncul dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Raja Alam pada waktu-waktu tertentu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau memberlakukan sistem tanam atau mengubur sampah-sampah yang masuk ke TPA.

Kepala Dinas DLHK Berau, Zulkifli mengatakan, pihaknya sudah memberlakukan cara tersebut sekitar 1 bulan terakhir. Dilokasi sendiri sudah ada alat berat jenis eksavator untuk membantu menggali dan menutup sampah yang masuk agar tidak mengeluarkan aroma yang tak sedap.

"Sudah satu bulan terakhir kita lakukan cara itu, dan hasilnya cukup baik. Meski belum sepenuhnya menghilangkan bau, tapi setidaknya sudah mengurangi," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Jumat (28/07/2017).

Selain itu, untuk menyerap aroma tak sedap pihaknya juga melakukan penghijauan disekitar tempat penumpukan sampah. Diharapkan dengan adanya penghijauan bisa mengurangi, bahkan menghilangkan aroma dan juga daerah tersebut bisa terlihat rapi.

"Kita sudah lakukan juga penghijauan dilokasi. Kemarin kita tanam bibit bambu dan lainnya untuk membantu mengurangi aroma tak sedapnya," bebernya.

Zulkifli mengakui, jika di tahun 2016 memang masih sangat menyengat aroma tak sedap jika pengendara melintas di malam hari atau di jam-jam tertentu. Namun perlahan pihaknya mencoba mengurangi aroma tersebut dengan merapikan TPA.

"Ya kalau tahun-tahun sebelumnya memang masih ada aroma, tapi kan sejak dulu juga sudah diupayakan, dan kita juga saat ini terus berupaya bagaimana aroma tak sedap itu tidak mengganggu pengguna jalan, dan kita harap cara ini bisa efektif kedepannya," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia