Si Jago Merah Lahap Untung Laundry

 

TANJUNG REDEB – Si jago merah kembali melahap habis tempat usaha dan sebagian rumah di Jalan Dr. Murjani III, Perumahan Korpri, RT 12 Blok F4 sekitar pukul 06.20 Wita, Rabu (19/7/2017) pagi tadi. Diketahui rumah tersebut milik Untung yang juga pemilik usaha Untung Laundry. Diduga api berasal dari alat pengering pakaian yang ada di sebelah rumah pribadi untung, yang digunakan untuk usaha Laundry miliknya.

Untung mengatakan, saat kejadian dirinya baru akan mandi. Namun saat melihat ke bagian plafon rumahnya, ada asap yang keluar dari samping rumah. Sementara diketahui samping rumahnya merupakan bangunan rumah lain yang dijadikan tempat usaha laundry miliknya.

"Posisi saya saat itu mau mandi, setelah lihat asap saya langsung lari ke sebelah dan ternyata api sudah membesar," ungkapnya kepada beraunews.com.

Diceritakannya, saat kejadian ada seorang karyawannya bernama Chairuddin (17) yang sedang bertugas, ia bersama karyawan tersebut langsung mencari Alat Pemadam Api Ringan (Apar) yang tak jauh dari titik api.

"Kami ambil apar di dalam, dan posisi pengering itu di belakang, namun apar tersebut tidak bisa digunakan. Saya langsung hubungi pemadam, sementara saya dan warga juga berusaha memadamkan dengan alat seadanya," kata dia.

 

Tak lama berselang, sekitar 6 unit mobil Petugas Memadamkan Kebakaran (PMK) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, datang untuk membantu menjinakkan api. Namun sayang, api yang berkobar dengan cepat melahap rumah dan tempat usaha milik Untung. Akibat kejadian tersebut, karyawan Untung mengalami luka bakar di bagian punggung. Namun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

"Karyawan saya (Chairuddin-red) mengalami luka bakar, mungkin karena nekat masuk untuk ambil apar tadi," ucapnya.

Untung sendiri tidak bisa memperkirakan berapa kerugian yang ia alami. Pasalnya selain barang miliknya, masih ada juga pakaian milik konsumennya yang sedang dikerjakan namun hangus terbakar.

"Kalau untuk kerugian saya belum tahu pasti, karena ada pakaian milik pelanggan juga yang masih dikerjakan," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia