Lama Tak Terdengar, Apa Kabar Investasi Pabrik Semen

 

BIDUK-BIDUK – Rencana investasi industri semen oleh PT Semen Kalimantan Timur (SKT) di Kampung Teluk Sumbang Kecamatan Biduk-Biduk, hingga saat ini masih menjadi pro dan kontra. Baik itu dikalangan masyarakat setempat, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sementara itu, di sisi lain banyak juga yang mempertanyakan, sudah sampai dimana rencana investasi yang bernilai triliunan rupiah tersebut.

Penanggung awab teknis lapangan PT SKT, Taufik Hidayat saat dihubungi beraunews.com, Selasa (20/06/2017) mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam proses analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

"Saat ini kita sudah progres masuk kerangka acuan Amdal. Sekarang dokumen lagi dipelajari oleh tim teknis di DLH (Dinas Lingkungan Hidup-red) Pemprov Kaltim," ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan seluler.

Ia mengatakan, setelah selesai melakukan konsultasi publik yang dilakukan di kantor Kecamatan Biduk-biduk pada Oktober 2016 lalu, pihaknya langsung melakukan penyusunan Amdal. Akan tetapi diakuinya, dalam proses tersebut, cukup banyak tahapan yang harus dilalui, dan harus dilakukan dengan hati-hati.

"Tahapan Amdal kan banyak. Mulai dari konsultasi publik, setelah itu masuk kerangka acuan amdal, sosialisasi ke masyarakat. Setelah itu ada RKL, SPL, baru kemudian izin lingkungan terbit. Jadi saat ini kita masih dalam tahapan proses amdal," bebernya.

BACA JUGA : PT SKT Group Jamin Amdal Belum Selesai

Sementara ditanya, terkait kapan target PT SKT beroperasi di Teluk Sumbang. Pihaknya menyampaikan, dalam proses penyusunan tersebut pihaknya masih terkendala isu. Pasalnya, hingga saat ini, suara penolakan masih terus didengungkan oleh sebagian masyarakat, maupun LSM yang ada di wilayah Kecamatan Biduk-Biduk.

"Yang bikin lama itu isu, karena kan masih ada yang menolak, bahkan sampai ada aksi demo. Kita menganggapnya itu masukan buat kita, dan kami juga harus hati-hati. Apalagi ini tahapannya panjang. Makanya, setiap masukan yang negatif itu kita jadikan motivasi, dan menjadi peringatan juga buat kami," jelasnya.

Sementara itu, terkait sampai kapan proses penyusunan amdal sendiri. Dirinya menyampaikan, masih belum mengetahui secara pasti. Namun, dirinya mengatakan lebih cepat selesai akan lebih baik.

Lebih lanjut disampaikannya, jika proses amdal selesai dan izin lingkungan terbit, pihaknya akan akan segera melakukan progres fisik. Dengan catatan, tidak ada aspek lingkungan yang dilanggar, dan dampak positif lebih besar daripada dampak negatif.

"Atau dampak negatif dapat diminimalisir, dan ijin lingkungan kita selesai, kita sudah bisa progres fisik. Tapi kalau ijin lingkungan belum terbit, kita tidak boleh melakukan aktivitas apapun. Target kita tahun ini sudah bisa selesai Amdalnya," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia