Seni Jalanan Grafiti, Indah atau Merusak? Berikut Tanggapan Warga

 

TANJUNG REDEB – Grafiti merupakan seni jalanan yang terkadang menghiasi gang atau tembok yang berada di daerah perkotaan. Lalu, apakah gambar yang didesain tersebut dipandang indah oleh warga sekitar, atau malah sebaliknya?

“Kalau dibilang indah, oke juga. Kalau dibilang merusak, iya juga. Tetapi yang melakukan coret-coret tembok ini biasanya juga sudah izin dengan RT maupun pemilik tembok sendiri,” ucap warga sekitar,  Evi, saat ditemui beraunews.com, Jumat (05/05/2017).

Grafiti ini bisa dikatakan sebagai aksi vandalisme, karena bersifat merusak dan menghancurkan suatu barang ataupun keindahannya. Namun demikian, warga masyarakat sekitar tidak bisa begitu saja menyalahkan maupun merendahkan para pelaku atau individu yang melakukan aksi tersebut.

Dibalik aksi vandalisme tersebut, ternyata juga memiliki sisi positifnya yaitu para pemuda yang suka dengan hobi foto-foto, terkadang memanfaatkan seni jalanan itu sebagai latar background foto.

“Kalau kita warga sekitar sini sebenarnya tidak merasa terganggu dengan coretan ini. Karena jika dilihat, anak-anak muda suka dengan latarnya saat mengambil foto,” sambung warga lain, Eni.

“Kita juga tidak bisa melarang kreativitas mereka yang memang suka dengan seni seperti ini, selama itu tidak mengganggu aktivitas warga, ya kita sebagai warga terima-terima saja,” sambungnya.

Lain halnya dengan pemuda yang lebih tertarik dengan seni jalanan itu. Mereka beranggapan bahwa grafiti hanyalah sebuah ungkapan hati yang disalurkan lewat tembok dengan hiasan warna-warna.

“Enak juga dipandang mata, karena banyak paduan warna yang dipakai,” ungkap Riky.

Kreativitas seseorang ataupun suatu komunitas yang melakukan aksi seni jalanan tersebut, memang tidak bisa serta merta disalahkan, karena mau bagaimana pun begitulah hobi mereka. Namun, disisi lainnya tetap diperlukan batasan dan kebijaksanaan(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia