Sering Diimbau, Masih Ada yang Bandel Menggunakan Jamban

 

TANJUNG REDEB – Jamban memang tak bisa dilepaskan dari kaitannya antara sungai serta limbah masyarakat sekitarnya. Bahkan, di kawasan lingkup kecil di bagian Berau pun terkadang masih ditemukan adanya jamban.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau pun hampir kewalahan mengimbau masyarakat yang sampai sekarang masih membangun bahkan menggunakan jamban. Walaupun sudah sering mendapat teguran dari pihaknya agar penggunaan jamban dapat berkurang, tetapi tetap saja hasilnya tetap saja masih ada yang membandel.

“Sebenarnya sebelum diimbau, masyarakat seharusnya lebih memperhatikan kepada kesehatan dan kesadaran diri masing-masing, karena pada dasarnya jamban ini merupakan salah satu indikasi pola hidup kurang sehat,” ucap Kepala DLHK Berau,  Zulkifli, kepada beraunews.com, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/04/2017).

“Bahkan, survei yang sering dilakukan juga hasilnya justru jamban masih banyak dipergunakan. Ditambah lagi limbah-limbah masyarakat yang sangat tinggi, yang berpotensi bisa menumbuhkan bakteri E.Coli (bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Walau kebanyakan jenis E.coli hanya menyebabkan diare ringan, beberapa jenis tertentu seperti E.coli O157:H7 dapat menyebabkan infeksi usus serius yang mengakibatkan diare, sakit perut, dan demam-red),” sambungnya.

Bantuan pun sudah sering diberikan untuk meminimalisir penggunaan jamban ini, khususnya lingkungan yang berada di pinggiran sungai.

“Bantuan dana sudah pernah diberikan kepada para RT, yang tidak lain untuk mengatasi lingkungan di sekitarnya tersebut, terutama yang rumahnya di pinggir sungai, yang mana biasanya masih menggunakan jamban sebagai kakus. RT, Lurah, Camat seharusnya bekerja sama untuk mengimbau masyarakat agar meminimalisir penggunaan jamban tadi, dan melarang agar tidak membangun lagi jamban di bantaran sungai,” sambungnya.

“Sudah pasti berdampak kepada pencemaran dan E.Colinya pun tinggi. Apalagi bila air yang tercemar itu sampai dikonsumsi, justru malah menimbulkan permasalahan baru lagi yakni terancamnya kesehatan mereka sendiri,” tegasnya.

Zulkifli menambahkan, untuk hal ini sebenarnya kembali ke masyarakatnya masing-masing. Jika memang niatnya mau hidup sehat, seharusnya sudah tidak ada lagi dibangun jamban-jamban atau semacamnya itu di pinggiran sungai. (bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia