Bengkel Ramah Lingkungan, Kelola Limbah dengan Baik

 

TANJUNG REDEB – Dewasa ini banyak sekali bermunculan industri yang bergerak di perbengkelan alias tempat reparasi berbagai macam alat penunjang pekerjaan, dimana salah satu masalah terbesarnya adalah menghasilkan limbah. Mulai dari oli, gas sisa pembakaran, dan zat-zat berbahaya lain yang susah diurai oleh alam.

Dari bahan-bahan sisa tersebut, kemungkinan besar jika dibuang begitu saja akan merusak ekosistem di lingkungan sekitar. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu adanya perencanaan yang tepat dan bukan sekedar wacana belaka, mulai dari manajemen pengolahan limbah, strategi pengolahan dan lainnya yang dianggap perlu.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai dampak lingkungan akibat tidak tepatnya mengolah bahan sisa yang sangat berbahaya, sangat diperlukan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Senin (17042017), memberikan ilmu baru pengolahan limbah sisa ini kepada beberapa pemilik bengkel.

“Bengkel ramah lingkungan hanya sebutan, tapi  poin pentingnya ialah, bagaimana bengkel-bengkel di Kabupaten Berau ini bisa menangani limbahnya dengan tepat dan tentunya tidak merusak lingkungan,” ungkap Kepala Seksi Penegakan Hukun DLHK Berau, Jusram Aris.

Selain itu bengkel yang tidak patuh alias masih membuang limbah sisa industrinya sembarangan, akan ditindak. Mulanya, akan diberikan surat teguran yang nantinya berlanjut ke tindakan yang lebih serius, jika masih tetap berlanjut.

“Harapannya, dengan kita berikan pemahaman ini, tidak lagi ada bengkel yang tidak bisa mengolah limbah dengan dengan baik,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Rama Sihotang/Editor: R. Amelia