Adopsi Pohon di Merabu, Selamatkan Hutan Sekaligus Tingkatkan Mutu Pendidikan

 

KELAY – Demi menjaga kelestarian hutan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, pemerintah Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, melakukan program adopsi pohon.

Program yang dilaksanakan sejak tahun 2012 lalu, setidaknya telah membantu memelihara dan menjaga pohon dari aksi penebangan liar atau ilegal loging, yang kerap dilakukan masyarakat nakal.

Hal itu disampaikan Kepala Kampung Merabu, Franly Apriliano Olay, kepada beraunews.com saat mengunjungi kampung yang terkenal dengan produksi madu hutannya, beberapa waktu lalu.

“Jadi program adopsi pohon ini kita lakukan karena memang pada dasarnya kita ingin menyelamatkan hutan dari kerusakan penebangan liar. Apalagi di sini banyak sekali pohon-pohon berusia ratusan tahun yang cukup besar dan pasti diminati para pelaku penebangan. Terlebih status hutan tersebut adalah hutan lindung atau hutan desa,” ucapnya.

Proses adopsi pohon yang harus melalui pemerintah Kampung Merabu, dikatakannya cukup banyak diminati. Mulai dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal dan mancanegara, Universitas, hingga pengadopsi atas nama pribadi. Bahkan untuk pohon yang telah diadopsi jumlahnya sangat banyak.

“Kami belum lagi mendata berapa banyak pohon yang sudah diadopsi. Tapi sangat banyak sekali,” katanya.

Adapun prosedur adopsi pohon yang dilakukan akan mengeluarkan dana sekitar Rp1,5 juta per pohon untuk per tiga tahun adopsi. Dana dari adopsi pohon yang masuk tersebut, kemudian dikelola oleh kampung menjadi dana untuk beasiswa bagi pelajar yang berada di kampung tersebut.

“Kalau selesai tiga tahun, mereka harus lapor kembali. Dilanjutkan atau tidak tergantung dari yang mengadopsi. Seluruh dana juga kami kelola sebagai beasiswa untuk pelajar lokal di sini,” ujarnya.

Sehingga selain membantu menyelamatkan hutan, program adopsi tersebut juga berkontribusi dalam membantu meningkatkan mutu pendidikan masyarakat kampung.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia