Perburuan Rusa Sambar Diawasi dan Ditindak

 

TANJUNG REDEB – Rusa sambar atau sering juga disebut Payau, perburuannya telah dilarang oleh pemerintah, terlebih menjual dagingnya, sebagaimana dalam daftar satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Mirisnya, banyak masyarakat yang belum tahu tentang keadaan itu. Bahkan, permintaan permintaan daging Payau pun meningkat, malah hampir menjadi komoditi unggulan di ranah kuliner, untuk menu yang berbahan dasar daging.

Dari informasi yang dihimpun beraunews.com, perburuan Rusa Sambar ini masih dijadikan mata pencaharian oleh beberapa warga Berau, khususnya beberapa kampung yang menjadi habitat Payau sendiri, akan tetapi masyarakat kurang paham  bahwasannya satwa tersebut dilindungi.

Bahkan, Dinas Peternakan Kalimantan Timur menyatakan populasi rusa sambar terancam punah pada lima tahun terakhir ini. Perburuan liar lima ribu ekor rusa setiap tahunnya dituding jadi penyebab merosotnya populasi hewan Asia Selatan yang hanya bisa didapati di Kalimantan dan Sumatera ini.

BACA JUGA : Rusa Sambar Kalimantan Terancam Punah, Perburuan Makin Marak

Menurut Kasat Reskrim AKP Damus Asa, yang ditemui beraunews.com, Kamis (13/04/2017) menjelaskan, terkait dengan peraturan memang sudah pasti harus ditaati,  akan tetapi pada kenyataannya berdasarkan PP, sampai saat ini belum ada kasus yang melibatkan masyarakat mengenai perburuan Payau.

“Nantinya kami juga akan mengkoordinasikan ke seluruh polsek-polsek di wilayah Berau, terkait dengan perburuan ini. Disamping itu, kami juga akan mengawasi penggunaan senjatanya yang dipakai, apakah  sudah ada ijin atau belum?” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Rama Sihotang/Editor: R. Amelia